oleh

Diancam Bunuh Perangkat Desa Adukan Warganya Ke Mapolres Jombang

Jombang – Seorang perangkat desa bernama Nasruddin Abid yang menjabat sebagai Sekertaris Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang mengadukan warganya terkait pencemaran nama baik dan ancaman pembunuhan ke Mapolres Jombang. Hal itu lantaran, dirinya merasa dilecehkan dan diberi ancaman oleh terlapor berinisial AM asal Dusun/Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Kepada Akurasinews.com di Mapolres Jombang Nasrudin Abid mengatakan, ancaman itu diberikan oleh AM sewaktu memenuhi panggilan kesaksian atas kasus dugaan asusila yang menjerat mantan perangkat desa berinisial AF yang sebelumnya menjabat kasun Banyuarang, ketika berada di Kantor Inspektorat Kabupaten Jombang, kemarin (29/7/2019).

Sebetulnya, AM dan dirinya diperiksa ditempat terpisah di dua ruangan berbeda, setelah memberikan keterangan kepada tim pemeriksa inspektorat, Nasruddin juga menyetujui dipertemukan dengan AM terkait kepentingan klarifikasi diruangan yang sama dan diperiksa oleh  tiga petugas inspektorat.

Disaat itulah, dirinya dimaki dengan perkataan kotor dan kasar yang tak etis oleh AM yang juga sebagai orang tua kasun AF saat diperiksa petugas inspektorat Jombang. Tidak hanya itu saja, Nasruddin juga diancam akan dibunuh, sehingga merasa dilecehkan sebagai sekdes dan membuatnya cukup meresahkan serta menggangu kejiwaannya.

“Saya tidak tahu kesalahan saya, dari pemeriksaan itu saya menjawab pertanyaan pemeriksa inspektorat dengan bahasa diplomatis. Malahan bapak AM melontaran bahasa tidak diplomatis jadi disitu saya dilecehkan dengan perkataan, goblok, gila dan banyak lagi. Bahkan, saya juga diancam, awas kalau kamu pulang dari sini, mati kamu!,” Ungkap Nasrudin saat ditemui di Mapolres Jombang, Kamis (8/8/2019)

Selain itu Sekdes juga mengatakan, setelah dirinya diperlakukan seperti itu, langsung melapor ke SPKT Polres Jombang. Kedatangannya hari ini hanya untuk menanyakan perkembangan status pelaporannya yang sudah dalam seminggu pada tanggal 29 Juli 2019 belum ada pemanggilan sama sekali, meskipun kemarin tidak ada barang bukti berupa rekaman karena sewaktu pemeriksaan dilarang merekam, tetapi bila nanti memerlukan saksi, petugas inspektorat bisa dihadirkan.

“Ditempuhnya jalur hukum ini agar bisa menjadi pembelajaran masyarakat, supaya lebih legowo menyikapi persoalan dengan berbicara sopan dalam pemeriksaan di inspektorat dan mematuhi prosedur disana. Jika seperti ini malah melebar ke mana-mana masalahnya, dan sampai sekarang belum pernah bertemu kembali. Harapan saya semoga petugas kepolisian sesegera mungkin memproses pelaporan secepat mungkin,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengaku belum mengetahui laporan kasus tersebut. Namun dari polisi tetap memastikan akan melakukan proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku jika mendapat laporan masyarakat dalam kasus pencemaran nama baik dan ancaman.”Berkasnya belum masuk ke saya, akan kita cek dulu. Yang jelas semua laporan masyarakat kami proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed