oleh

Cukur Gundul 8-0 Arema Indonesia, PSID Jombang Bertenger Di Puncak Klasemen

Jombang – Tampil luar biasa dihadapan ribuan Jomber, PSID Jombang semakin kokoh di puncak Klasemen Grup F putaran Liga 3 Regional Jatim setelah meraih kemenangan telak mencukur gundul atas tamunya Arema Indonesia dengan skor 8-0 tanpa balas di Stadion Merdeka Jombang, Minggu (8/9/2019) sore.

Disaksikan 1.300 pendukungnya, tim berjuluk laskar kebo kicak ini tampil lebih dominan dibandingkan Singo Edan julukan Arema Indonesia hingga akhirnya mendapatkan 3 poin dikandang sendiri.

Dengan meraih hasil tersebut, PSID Jombang tetap bertengger di puncak Klasemen Grup F dengan mengoleksi 7 poin dari 2 pertandingan sebelumnya melibas habis Blitar Poetra dihadapan seporter Jomber dengan skor 4-0, dan di laga ke 2, PSID Jombang hanya mampu bertahan imbang 1-1 ketika bertamu di kandang Metro FC.

Menurut Heru Sunarno, Pelatih PSID Jombang, kemenangan anak asuhannya ini memang pantas diberikan pada sore tadi dengan menerapkan formasi 4-3-3. Namun raihan skor tersebut, juga bisa menjadi kekawatiran timnya agar tetap konsisten dan tetap stabil dipertandingan kedepannya.

“Kunci keberhasilan mereka (Pemain) sangat luar biasa, hal itu yang sangat sulit sekali kita bentuk saat menyamakan instruksi dilatihan dan dilapangan sama persis yang kita harapkan hingga mendapat skor 8-0 tanpa balas,” ucap Heru di lapangan stadion merdeka Jombang.

Heru juga menghimbau kepada para pemainnya agar tidak terlalu bangga atas raihan kemenangan kali ini, sebab masih ada 3 pertandingan lagi yang akan dilakoni pada bulan depan dengan bertandang melawan Arema Indonesia lagi dilaga tandang.

Heru berharap permasalahan tempo para pemain yang turun dan tensi keras emosi tinggi tetap selalu jadi bahan evaluasi tim selanjutnya agar tidak menerima kartu kuning di setiap pertandingan yang dilakoninya.”Dua evaluasi masalah ini bisa membuat kerugian tim. Kita masih ada 3 pertandingan lagi di 2 laga tandang dan 1 kandang,” imbuhnya.

Disinggung atas pelatih lawan yang mengatakan wasit berpihak sebelah terkait dengan gol yang berbau offside dan seharusnya tidak mendapatkan pelanggaran pinalti. Pelatih PSID Jombang lebih menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan wasit dilapangan yang memimpin.

“Untuk keseluruhan gol tadi kita tetep percayakan dengan perangkat di pertandingan (wasit), dan jika nantinya akan terjadi hal yang sama di laga tandang. Kita tetap tidak khawatir karena kita sudah terbiasa, yang jelas para pemain tetap berusaha semaksimal mungkin ditengah lapangan itu kuncinya,” tutup Pelatih.

Untuk diketahui, 451 personil gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk pengamanan laga tersebut, untuk mengantisipasi agar tidak terulang kembali kejadian sebelumnya yang sempat memakan korban, setelah menjalani pertandingan  PSID Jombang melawan Arema Indonesia. Atas kejadian itu, jelang laga berlangsung, pihak panpel dan manajemen kedua tim sepakat tidak menerjunkan suporter Aremania di Stadion Merdeka Jombang.

“Kita menyekat massa dari aremania untuk kembali lagi ke kotanya, agar tidak terjadi kembali pengalaman di tahun kemarin. Kami bermaksudnya untuk melindungi nyawa antar kedua suporter baik dari Arema maupun warga Jombang. Kedepan tentunya kita berharap sepakbola Indonesia bisa jadi pemersatu bangsa serta semakin maju dan aman,” jelas Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto.

Reporter : Saha Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed