oleh

Eng.. Ing..Eng…!!! Waduh..!!! Selisih Harga Seragam Batik SMP di Jombang Mencapai 50 Persen

Jombang – Satu setel seragam batik di SMP Negeri Jombang dipatok dengan harga berbeda dari sekolahan satu dengan lainnya. Hal itu terjadi di SMPN 2 dan SMPN 5 yang hanya dikenakan harga Rp 220 ribu.

Seperti yang diungkapkan Joko Fattah Rochim, Anggota Komite SMPN 5 Jombang, bahwa harga disekolahnya lebih terjangkau untuk para wali murid dengan dipatok Rp 220 ribu. Sedangkan disekolah lain, contohnya di SMPN 5 bisa mencapai dua kali lipat dihargai perseragam Rp 447 ribu. Menurutnya harga yang dipatoknya sudah melalui kesepakatan pihak sekolah, komite dan seluruh orang tua siswa kelas 7.”Ya itu sudah ada kesepakatan baik kepala sekolah, guru-guru, termasuk komite. Ini sudah disepakati bahwa tidak ada harga yang lain, satu stel itu Rp 220 ribu,” jelas Fattah.

Untuk seragam batik di SMPN 5 ini memang terdiri dari kemeja batik warna kuning motif bunga dan bawahan celana untuk siswa putra dan rok untuk siswa putri, masing-masing berwarna hitam. Kemudian, kain yang ditawarkan itu berupa lembaran kain, yang nantinya akan dijahitkan sendiri oleh para wali murid. Fattah juga menambahkan, seragam batik tersebut setiap tahunnya tidak mengalami kenaikan atau tetap dengan nominal segitu menerima kain lembaran seragam berkualitas cukup baik dengan diberi harga Rp 220 ribu.”Ya harga segitu, kulitas kain yang didapat sudah bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Jombang, Bambang Dwijo Pranowo mengatakan bahwa harga seragam batik sudah disepakati oleh para wali murid. Pihak sekolah hanya mendatangkan penjual batik ke sekolah dan orang tua siswa langsung membeli seragam di tempat. Ia juga menanggapi mahalnya harga tersebut sudah sesuai, tetapi tidak mengetahui secara detail terkait jenis kain maupun kualitas kain yang berasal dari Jombang ataupun luar Jombang.

“Mekanismenya penjualan secara langsung. Penjualannya itu diundang ke sekolah, jadi wali murid langsung membeli ke penjualnya tanpa melalui sekolah dan komite. Wah kalau itu saya ndak tau. Yang jelas sudah dipakai 3 tahun ini. Untuk kualitas, saya pikir standar ya. Kalau mahal nanti ada subsidi untuk itu,” ujarnya.

Terpisah, Menurut Alim selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Jombang, penentuan harga seragam batik merupakan wewenang masing-masing sekolah. Ia juga menerangkan, MKKS mengharuskan pihak sekolah untuk melibatkan komite, orang tua siswa dan tim Saber Pungli dalam penentuan harga seragam sekolah.

“Yang kami bahas itu, bahwa ini akan ada partisipasi masyarakat maka status partisipasi masyary ini harus dibahas komite bersama orang tua. Ditambah pendampingan oleh tim saber,” terangnya.

Perlu diketahui sebelumnya, harga seragam batik di SMPN 2 Jombang dikeluhkan oleh sejumlah wali murid. Kain seragam batik untuk siswa putra ukuran M, L serta XL ini masing-masing Rp 339.000, Rp 415.000 dan Rp 450.000. Sedangkan untuk siswa putri ukuran M, L dan XL adalah Rp 345.000, Rp 420.000 dan Rp 447.000.

Dari harga tersebut, para siswa akan menerima satu stel seragam batik terdiri dari kemeja batik motif daun warna hijau, rompi kotak-kotak dan bawahan warna hijau. Kemudian dari seragam itu, sekolah hanya menjual dalam bentuk lembaran kain dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan jenis kelamin.

“Harga kainnya terlalu mahal. Kalau bisa dikurangi sedikit karena buat kalangan seperti saya yang kurang mampu masih keberatan,” ucap salah seorang wali murid SMPN 2 Jombang, WI (37), warga Kecamatan Jombang yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed