oleh

Ladalah…!!! Cak Mus Menilai Setahun Menjabat Janji Politik MURAH Gagal

Jombang – Jelang setahun kepemimpinan Pemerintahan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati, Sumrambah pada Pilkada 2019, yang jatuh pada 24 September nanti. Dinilai janji politik dalam program unggulan tidak berjalan maksimal dan bisa dikatakan gagal.

Menurut Mustofa, salah satu anggota DPRD Jombang menyampaikan, salah satu program-program unggulan MURAH (Mundjidah-Sumrambah) pada waktu itu sampai sekarang masih belum maksimal, bahkan program tersebut masih belum dirasakan oleh masyarakat.

“Saya rasa satu tahun program bupati dan wakil bupati masih belum berjalan maksimal. Bahkan bisa dinyatakan gagal,” ucap Mustofa kepada awak media, Senin (16/9/2019).

Selanjutnya, Mustofa juga mengungkapkan, program unggulan Murah waktu itu, adalah seragam gratis bagi siswa baru pada tahun ajaran 2019 kemarin. Tetapi kenyataannya yang dirasakan masyarakat, program unggulan pertama seragam gratis untuk siswa seluruh SD/MI dan SMP/MTS di Jombang, justru menimbulkan polemik dan tidak memberikan manfaat pada warganya. Hal itu disebabkan, adanya analisa yang tidak matang, sampai muncul kendala teknis dilapangan dan akhirnya berubah menjadi kain seragam gratis.

“Bahkan saat ini pembagian seragam gratis ini malah membebankan siswa dan sekolah. Karena seragam batik sendiri wali murid harus beli dengan harga yang cukup mahal juga,” imbuhnya.

Politisi dari PKS ini juga menambahkan, tidak hanya seragam gratis saja yang dikeluhkan masyarakat. Namun, program lainnya seperti menyiapkan 80 ribu lapangan kerja dan wirausahawan pemuda dalam lima tahun terlihat, dan dalam satu tahun ini memang program tersebut, masih belum terasa bagi para anak-anak muda yang hingga kini masih mencari pekerjaan diluar kota dibandingkan di kotanya sendiri.

Sedangkan ketika disinggung mengenai infrastrukutur, Cak Mus (sapaannya) menerangkan, untuk percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkualitas hingga pelosok daerah masih belum bisa dirasakan juga maksimal oleh masyarakat, karena masih terasa sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk satu tahun ini juga masih minim investor yang masuk. Selain itu anggaran Disnaker juga dikepras dari yang dulu kurang lebih Rp 5 miliar sekarang menjadi Rp 3 miliar saja. Kemudian untuk lainnya, dalam satu tahun ini kan infrastruktur juga masih belum bisa kita rasakan seperti apa,” jelasnya.

Selain itu, terkait dengan kependudukan dan perizinan, dimana pelayanan perizinan dan administrasi kependudukan dilakukan dengan cepat dan bebas pungli. Hal Tersebut, sejak dipimpin oleh Pj Bupati Setiajit dalam pelayanan administrasi kependudukan sudah bisa teruarai, sehingga, untuk pemerintahan sekarang hanya melanjutkan saja. Sedangkan untuk lainnya, dalam pendidikan dan kesehatan yang ada di Jombang. Ia juga berkata, terkait hal itu masih belum bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat Jombang, buktinya sampai sekarang ini biaya pendidikan maupun kesehatan masih mahal.

“Kalau untuk perizinannya sendiri saya rasa masih cukup sulit. Sedangkan untuk pendidikan dan kesehatan justru belum berjalan dengan baik selama satu tahun ini,” papar Cak Mus.

Sementara terkait dengan seni dan olahraga untuk pelestarian dan pengembangan kesenian lokal, religi dan olahraga. Menurut politisi PKS tersebut, program ini yang harus dikuantitatifkan seperti apa. Apakah nantinya dirupakan pembinaan, event ataukan pembangunan gedung kesenian.

Tak hanya itu saja, program unggulan pada pertanian, jaminan ketersedian pupuk dan sarana produksi pertanian berkualitas dan tepat waktu. Hal tersebut juga merupakan program pemerintah pusat, sehingga di Pemkab Jombang hanya mengatur dan menjalankan saja.

“Karena tidak anggaran pada APBD 2019 untuk gedung kesenian. Dan kesenian di Jombang juga masih belum terlihat dalam satu tahun ini. Tetapi, kalau pupuk itu kan bantuan Pemerintah Pusat, Pemkab hanya menjalankan saja,” terangnya.

Lebih lanjut, Mustofa juga menegaskan, untuk sembilan program kepempimpinan MURAH ini sampai sekarang tujuan masih belum bisa tercapai.

“Saya rasa tujuan masih belum tercapai, efek program ke masyarakat masih belum bisa dirasakan. Sehingga ini harus ada evaluasi besar-besaran. Karena masih ada empat tahun kedepan sehingga program tersebut bisa tercapat dan dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Keterangan foto :

Kain seragam batik gratis yang masih menjadi Polemik.

Reporter: Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed