oleh

Dinilai Gagal Kelola Pasar, Pemkab Harus Perketat Perizinan

Jombang – Pasar modern di plosok desa kian lama semakin bertambah subur di Kabupaten Jombang. Melihat hal itu, Aan Anshori, Direktur Link (Lingkar Indonesia untuk Keadilan) Jombang menilai Pemkab Jombang telah gagal dalam pengelolaan pasar tradisional

“Sepanjang Pemkab Jombang gagal mengimplemntasikan manajemen dan pemasaran yang baik di pasar-pasar tradisional maka pasar modern akan tetap leading,” ungkap Aan kepada akurasinews.com kemarin (21/9/2019)

Bahkan dengan diatur manajemen yang baik, investor pasar modern akan bertambah pesat diwilayah kota santri. Menurut Aan, swasta terbukti lebih jago mengelola perekonomian ketimbang Pemkab Jombang. Untuk itu, pemkab harusnya belajar untuk mengelola pasar tradisional agar bisa berkembang dengan baik. Sedangkan pemkab tidak bisa berkutik jika keberadaan pasar modern ini tidak melanggar hukum IMB serta perizinan yang lain juga sudah dilaksanakannya.

“Pemkab harus banyak belajar tata manajemen dan pengelolaan kepada mereka. Kalau toh tidak melanggar hukum maka Pemkab Jombang tidak bisa melakukan apapun,” tuturnya.

Lanjutnya, bagi dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian harusnya diisi oleh orang-orang yang memahami pasar serta marketing dan manajemen pengelolaannya, sehingga pengelolaan pasar tradisonal juga bisa berkembang.

“Disinilah saya kira, kegagalan bupati dalam meletakan orang yang mumpuni,” pungkasnya.

Terpisah, Ahmad Sholikin Ruslie, Direktur Pusat Kajian Hukum dan Kebijakan, Fakultas Hukum Undar Jombang, menggaris bawahi bahwa, tergerusnya pasar tradisional sudah bisa diprediksi di era sekarang, terlebih saat ini toko modern telah menjamur dan masyarakat juga diringankan untuk memilih produknya, jika ingin membeli. Kemudian, jika mengenai pasar modern tidak punya izin, pastinya toko-toko modern itu segera ditutup.

“Sekarang tidak ada kata lain kecuali stop izin toko modern dan perbaikan tata kelola pasar tradisional. Saya menjadi heran apa sih sulitnya menutup ini semua, toh banyak yang merugikannnya,” tegas Dosen Hukum Undar Jombang.

Masih menurut Sholikin, dari sisi harga pasar modern malah lebih mahal jika dibandingkan pasar tradisional. Sedangkan dari sisi lokasi sangat merugikan toko-toko rumahan dan pasar tradisional.

“Sehingga ini harus menjadi perhatian dari pemerintah maupun DPRD agar pasar tradisional tetap bisa berkembang,” pungkas Sholikin

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed