oleh

Bu Kades Imbau Masyarakat Jangan Panik, Terapkan PHBS & Untuk Pemuda Jangan Cangkrukan

Nganjuk – Pandemi global Virus Covid-19 (Corona) menjadi wabah yang semakin mengkhawatirkan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Termasuk Jawa Timur dan Kabupaten Nganjuk juga menjadi salah satu wilayah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah menyebaran virus tersebut.

Untuk itu, serangkaian langkah pencegahan untuk memutus rantai penyebaran virus terus digalakkan baik oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, hingga Pemerintah Desa atau Kelurahan, Seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sejak Kabupaten Nganjuk masuk dalam Zona Merah Penyebaran serangkaian langkah pencegahanpun telah dilakukan, “Sesuai dengan instruksi dan arahan Pemda Nganjuk, bersama dengan tiga pilar yang terdiri dari Babinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Masyarakat, Bidan Desa, Ketua RT serta RW kami telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Corona ini mas,” ujar Lina Muntiani Kepala Desa Wilangan, Sabtu 04 April 2020 kepada akurasinesw.com melalui selulernya.

Selain itu, lanjut wanita cantik yang juga istri Jianto salah satu dari empat unsur pimpinan DPRD Kabupaten Nganjuk tersebut menyampaikan, untuk melakukan langkah koordinasi pencegahan virus corona, Pemerintah Desa Wilangan juga telah membentuk Posko Pencegahan Covid 19 yang berada di Bala Desa, “Dengan pendirian Posko ini, kami berharap semakin mempermudah langkah koordinasi,” paparnya

Serangkaian koordinasi itu, jelas Lina Muntiani diantaranya adalah terkait pendataan warga keluar masuk Desa Wilangan terutama yang datang dari zona merah covid 19, misalnya kalau di Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo Gresik dan lain-lain.

“Apalagi yang dari Jakarta atau Wilayah Jawa Barat yang saat ini menurut berita disana yang positif corona sudah banyak. Makannya perlu dilakukan pendataan untuk mengantisipasi penyebaran virus itu,” urainya

Meski hingga saat ini, imbuh Lina Muntiani untuk masyarakat Desa Wilangan belum ada yang tercatat sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau ODP (Orang Dalam Pemantauan) langkah atau upaya pencegahan harus dilakukan karena penyebaran virus itu sangatlah cepat.

“Kita lakukan langkah itu jangan sampai nantinya kecolongan, sekarang ini bidan desa yang juga masuk dalam satgas covid 19 ini terus melakukan koordinasi dengan Babinkamtibmas, Babinsa maupun Ketua RT dan RW,” terangnya

Selain melakukan langkah pencegahan dengan mendirikan posko satgas Covid 19, Lina Muntiani juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Wilangan, agar tidak panik menyikapi masalah virus corona ini dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan sesering mungkin mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

“Yang terpenting masyarakat Desa Wilangan Jangan. Untuk yang membuka warung makan atau warung kopi, kami tidak melarang, namun sebisa mungkin mengarahkan kepada para pembeli untuk mencuci tangan dahulu dengan sabun sebelum masuk kedalam warung dan lebih baik kalau beli nasi pecel misalnya dibungkus dan dimakan rumah saja. Apalagi bagi bapak-bapak yang suka ngopi di warung, tetap menjaga jarak saat berkomunikasi,” imbaunya

Untuk para pemuda Desa Wilangan, sebut Lina Muntiani, mungkin yang memiliki kebiasaan cangkrukan atau berkumpul di pos-pos atau warung kopi, kami himbau untuk saat ini sebisa mungkin jangan dilakukan, lebih baik komunikasi lewat whastaap.

“Saya tekankan pada pemuda Desa wilangan, jangan cangkrukan, lebih baik komunikasi lewat whastaap atau langsung telefon, ini untuk mencegah penyebaran virus, kita semuakan tidak tahu, merekakan seringkali keluar wilayah namanya juga pemuda,” tandasnya

Dengan serangkaian langkah pencegahan dan imbauan itu, Lina Muntiani berharap sekaligus berdoa agar virus yang saat ini menjadi momok menakutkan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, Jawa Timur dan empat wilayah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk tidak sampai masuk Wilayah Kecamatan/Dersa Wilangan yang dipimpinnya

Reporter  : Agus Bima        

Komentar

News Feed