oleh

Koalisi Semut VS Gajah Dalam Kontestasi Pilkada Kota Pasuruan

Pasuruan – Ibarat istilah semut melawan gajah, kondisi itulah yang mungkin pas menggambarkan  perhelatan atau kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Istilah semut merupakan gambaran sebuah gabungan partai koalisi, yang terhimpun pada Pasangan Calon (Paslon) Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dari partai PDI Perjuangan yang berpasangan dengan  Mukhammad Hasjim Asjari dari partai Nasional Demokrasi (Nasdem).Yang mana untuk saat ini sendiri juga masih dilakukan komunikasi dengan partai Hanura, terlebih selanjutnya dengan partai-partai lain yang ada.

Sedangkan untuk istilah koalisi Gajah, berdasarkan dengan perkembangan yang terjadi dilapangan yang digambarkan pada partai besar yang ada di Kota Pasuruan yakni seperti partai halnya Partai Golongan Karya (Golkar). dan juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Kalau nanti ada istilah koalisi Gajah, disini kita akan memakai koalisi Semut. Tapi perlu diingat, Semut itu belum tentu kalah dengan Gajah. Intinya demokrasi ini harus berjalan dengan sehat, kwalitas yang bagus serta rasa persatuan dan kesatuan masyarakatnya tetap dijaga untuk tetap kondusif,” Kata anggota DPR RI Komisi ll, dapil Jatim II Aminurokhman yang juga sebagai tim pemenangan paslon Teno Hasjim saat ditemui dikediamannya pada Minggu 26 Juli 2020 malam.

Aminurohkman optimis, Berangkat dari niat dan keyakinan untuk membangun Kota Pasuruan yang sungguh-sungguh, dengan gelora semangat yang tinggi Paslon Teno-Hasjim dapat meraih kursi Walikota Pasuruan periode 2020-2025 pada Pilkada kali ini.

“Kita Insya Alloh berikhtiar semaksimal mungkin, dan disini saya punya keyakinan ‘Man Jadda Wa Jadda’ (siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkannya)”.  Kata Aminurokhman dengan penuh keyakinan.

Sebagai langkah awal untuk bisa menghantarkan Pasangan Calon (Paslon) Teno-Hasjim pada Pemilukada (Pilkada) Kota Pasuruan, bersama koalisi yang ada Aminurrahman sangat optimis bahwa dalam waktu dekat akan memenuhi persyaratan minimal 6 kursi.

“Yang jelas kita secara internal harus fokus mengkonsolidasi kekuatan yang ada, karena kekuatan yang kita miliki adalah modal kita untuk membangun sebuah strategi dalam meraih keberhasilan pemilukada. Kami optimis dalam waktu dekat persyaratan itu bisa terpenuhi, dan itu modal utama awal.” Urainya.

Dan untuk mencapai modal tersebut, selain terus menjalin komunikasi dengan partai yang sudah ada yakni PDI Perjuangan dan Nasdem. Pihaknya juga masih dalam proses melakukan pendekatan dengan partai Hanura, dan partai lainnya.“Kedepan kita terus membangun komunikasi politik dengan lintas partai yang ada, agar terjadi kesamaan visi setelah itu kita gabung bersama”. Tutur sosok yang akrab dengan panggilan Pak Amin.

Sebagai gambaran kondisi Pemerintah di tahun 2021 ini, Ia juga menyampaikan dimungkinkan bahwa sumber dana keuangan Pemerintah juga akan mengalami penyusutan akibat kondisi pandemi Covid – 19 dibanding tahun 2020 sekarang.

 

“Maka seorang tugas seorang calon Pemimpin kedepan, menurutnya harus betul-betul pandai memilah serta lebih mengedepankan pada azas tingkat kebutuhan berskala prioritas.Untuk itu kita harus mau mendengar aspirasi rakyat seperti apa..? dan disitulah kita mengawali komitmen bahwa kita ingin bersama rakyat membangun Kota Pasuruan tercinta ini dengan skala prioritas nantinya.” Papar Amin

Lebih lanjut, Pak Amin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Pasuruan ketika menggunakan hak pilihnya nantinya lebih mengedepankan prinsip demokrasi yang berkualitas.“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Pasuruan dalam momentum Pilkada ini, ketika memilih Pemimpin tentu harus betul-betul mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang berkualitas, berkapabilitas, integritas dan juga komitmen untuk mau membangun Kota Pasuruan yang lebih maju”. Harapannya.

Menurutnya, masyarakat lebih berpikir dewasa untuk menghindari segala bentuk pergesekan ataupun permusuhan sepanjang pesta demokrasi Pilwali dilaksanakan dan setelahnya. “Untuk menuju kesana, tentu harus dicermati siapa figurnya..? Perbedaan itu boleh terjadi dalam konteks demokrasi, tapi jangan sampai menimbulkan eksistensi dapat merusak silaturrahmi diantaranya”. Pungkasnya.

Reporter : Wawan

Editor     : Pujiyono

Komentar

News Feed