oleh

Walikota Probolinggo : “Masjid Jangan Hanya Dilihat Kemegahan Fisiknya Saja, Namun Bagaimana Upaya Memakmurkanya”

Probolinggo – Bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1441 H, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin meresmikan pembangunan dua masjid sekaligus, Jumat 31 Juli 2020

Masjid pertama berada di Jalan Kedondong RT 04 RW 01 Kelurahan Kareng Lor Kota Probolinggo. Sedangkan Masjid kedua berada di Jalan Bengawan Solo RT 01 RW 02 Kelurahan Jrebeng Kulon Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, dalam sambutannya mengatakan, masjid sebagai sarana rumah ibadah, Baitullah, keberadaannya harus didukung dengan pengembangan syi’ar agama Islam. Sehingga tak hanya terlihat megah secara fisik saja. Namun juga pemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Termasuk upaya menggiring masyarakat sekitar khususnya, lebih meningkatkan ketaqwaannya.

“Jangan hanya mengandalkan kemewahan dan kebesaran (fisik masjidnya) saja, tapi bagaimana upaya memakmurkan masjidnya. Masyarakat sekitar juga harus kompak, dalam pembangunan masjid ” nekah ibarat taneman gebey sanguh neng aherat” (karena pembangunan masjid ini ibarat tanaman, sebagai bekal kita menuju akhirat),” katanya.

Habib Hadi berpesan kepada warga, apabila nanti masjid yang diidam-idamkan selesai pembangunanya, agar dirawat dan dijaga dengan baik, serta menjadikan keberadaannya sebagai sarana mempertebal keimanan.

“Jek entar ke mesjid ben areh Jumat beih, areh laennah sobung oreng. Deggik le-billeh, buleh detengah sobbu, mun pas tadek oreng, e tok-tok sebeden labeng compoknah sampiyan. (Jangan ke masjid hanya untuk menunaikan shalat Jumat di hari Jumat saja, sementara hari lainnya tidak. Suatu hari nanti, saya akan datang pada waktu subuh tiba, kalau waktu itu saya tak menemukan orang di masjid, maka saya akan mengetuk pintu tiap-tiap rumah anda sekalian),” tandasnya.

Di Kelurahan Kareng Lor akan dibangun masjid besar bernama Baitul Izzah, yang berdiri diatas tanah wakaf dari seorang warga setempat bernama Siti Fatimah.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Izzah, Saniman, mengungkapkan pembangunan masjid seluas 850 meter persegi itu, dirasa cukup strategis. Karena di kawasan itu, berada di persimpangan jalan yang menghubungkan dua kelurahan. Yakni, Kareng Lor dan Sumber Wetan.

Selain itu, lanjutnya, keberadaan masjid itu sendiri memang sudah dinantikan warga sekitar, karena selama ini warga menunaikan ibadah shalat, di langgar-langgar kecil.

“Disini kebetulan memang belum ada (masjid). Harapannya dengan keberadaan mesjid ini, makin menggeliatkan semangat belajar agama anak-anak dan warga sekitar dalam melaksanakan shalat secara berjamaah serta bagi mereka yang melakukan i’tikaf (di masjid),” ujarnya.

Sebagai bentuk rasa bangga akan keberadaan masjid itu, masyarakatpun berlomba-lomba berpartisipasi menyumbangkan sebagian rejekinya untuk pembangunan masjid.

“Ada yang berupa uang, tapi kebanyakan (sumbangan berupa barang). Seperti bata, kayu, semen dan bahan-bahan material pembangunan lainnya,” terangnya.

Sementara itu du Kelurahan Jrebeng Kulon Kota Probolinggo akan dibangun masjid Baiturrohim. Lokasi pembangunan masjid berada tepat di pinggir jalan.

Pembangunan masjid seluas 300 meter persegi itu berada diatas lahan pribadi keluarga Mahrus Ali. Sejatinya pembangunan masjid itu adalah buah dari keinginan ayahnya yang mengincar tanah kavling di sebelah barat rumahnya untuk dibangun rumah ibadah bagi masyarakat sekitar.

Bak gayung bersambut, pada Ramadan lalu, keinginan tersebut pun terwujud. “Kami berharap, karena lokasinya di pinggir jalan, nantinya masjid ini selain bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, juga bisa menjadi jujugan para pengguna jalan yang melintas kawasan Bengawan Solo, untuk menunaikan ibadah,” harapnya.

Reporter    : Wawan
Editor         : Pujiyono

Komentar

News Feed