oleh

PSBB, Tukang Ojek Gununggangsir Keluhkan Sepi Penumpang

Pasuruan – Dampak virus corona (Covid -19) turut dirasakan tukang ojek pangkalan Paguyupan Ojek Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Selama penerapan PSBB, tukang ojek sepi penumpang. Karena seperti diketahui dampak dari penerapan aturan itu, Pelajar belajar dari rumah, Karyawan diIiburkan dan tidak sedikit mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Selain itu, Pademik Covid -19, juga menyebabkan masyarajat lebih memilih tidak menggunakan jasa tukang ojek karena waswas terhadap penyebaran virus corona.

“Jelas mengalami penurunan, pemudik juga tidak ada, aturan pemerintah warga di larang mudik. Kami yang penghasilannya hanya mengandalkan dari jumlah penumpang pengguna jasa ojek, ya keteteran karena selama ini lebih banyak dari orang pulang kampung, serta pedagang dan pembeIi dipasar sangat sepi , anak sekolah diIiburkan juga,” keluh Usuf Mariyanto (43) salah seorang tukang ojek pangkalan.

Udung, tukang Ojek asal Gondang Iegi Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, juga menyampaikan keluhan yang sama, menurutnya sebelum merebaknya virus corona rata-rata penumpang yang memakai jasanya bisa mencapai 10 orang per hari.

“Sekarang hanya dua kaIi angkutan saja itu juga Iama antrian muIai dari jam enam pagi sampai Jam tiga sore,” kata Udung, menimpali keluhan Usuf

Selain itu, saat ini ojek online juga sudah mulai menjamur di Kecamatan Beji, ” Tidak hanya corona, disinikan sekarang juga banyak ojek online, jelas itu membuat pendapatan kami menurun,” jelasnya

Udung berharap, ada semacam aturan yang membatasi ojek online, sehingga pendapatan para tukang ojek Gunung Gangsir yang merasaka dampak pemberlakuan PSBB tahap IV konsisinya tidak semakin parah

“KaIau bisa ojek online jangan masuk areaI Industri Desa Gununggangasir Kecamatan Beji dan Sekitarnya. Karena itu sangat mempengaruhi penghasilan kami sebagai tukang ojek,” harap Udung

Reporter : Khoirul Anam
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed