oleh

Polres Pasuruan Tangkap DPO Pembunuhan Berencana, Perampokan & Serahkan BB Mobil

Pasuruan – Kepolisian Resort Pasuruan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan berencana berlatar belakang isu santet, kasus pencurian dengan kekerasan atau perampokan sekaligus penyerahan barang bukti hasil kejahatan kepada pemiliknya.

Digelara di halaman Mapolres Pasuruan, Tepat pukul 11.00 WIB konferensi dipimpin oleh Wakil Kepala kepolisian Resort Pasuruan Komisaris Polisi (Kompol) Muhammad Harris,. SH,. S. I. K,. M. I. K. Rabu 30 September 2020

Penangkapan DPO tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan tahun 2016 dengan tersangka Lindang (30)  warga Dusun Manggu Desa Pusung Malang Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan,  dengan korban bernama Kasman (75) warga Dusun Manggu Desa Pusung Malang Kecamatan Puspo.

Pembunuhan berencana berlatar belakang isu santet itu berawal dari sakit perut yang diderita ST, ibu dari pelaku Lindang. ST yang menderita sakit perut dan tidak kunjung sembuh. Kondisi itu membuat pelaku gelisah. Pelaku pun mengadukan sakit ibunya itu pada Satiman, bapaknya

Aduan itu, memicu kesimpulan yang tak mengenakkan. Satiman menduga, istrinya sakit karena disantet. Oleh Kasman. Karena itulah, Satiman kemudian merencanakan untuk menghabisi sumber penyakit yang diderita istrinya. Yakni dengan membunuh Kasman. Rencana pembunuhan pun dirancang. Hingga akhirnya, aksi pembunuhan dijalankan.

Empat orang mendatangi rumah korban Kasman pada dini hari, 6 April 2016. Mereka berbagi tugas. Lindang sebagai eksekutor pembunuhan. Sementara Maryono, Rapi’i dan Sianto bertugas menjaga pintu agar korban tidak kabur.

Pelaku Lindang lantas membacok korban dengan wedung secara sadis. Ia membacok korban secara membabi buta, hingga korban pun tewas. Begitu nyawa korban lenyap, para pelaku kabur. Termasuk Lindang.

Petugas Polres Pasuruan pun memburu para pelaku. Satu per satu pelaku berhasil ditangkap saat itu. Lindang sendiri baru ditangkap, Minggu 20 September 2020. Dia ditangkap di rumahnya saat menjalani masa asimilasi dari Lapas Porong.

“Tersangka merupakan tahanan yang mendapat program asimilasi dari pemerintah. Begitu berada di rumahnya, petugas langsung menciduknya,” beber dia.

Kepada media, Lindang tak mengelak menjadi eksekutor pembunuhan terhadap korban Kasman. Bahkan, ia meyakinkan bahwa korban memang seorang dukun santet. Itu yang akhirnya membuat dirinya membunuh korban. Terlebih, ibunya sakit bertahun-tahun lamanya.

 

Akibat dari perbuatanya itu, tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 338 subsider pasal 55 KUHP tentang pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Pada konferensi pers kali ini, Kepolisian Resort Pasuruan juga mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan rumah (perampokan) yang dilakukan oleh 7 tersangka. Dua pelaku yang merampok rumah di Dusun Kertoanom, Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan berhasil ditangkap. Satu pelaku terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap.

Kedua pelaku yakni, Mulyo Slamet (28) dan M Harjo (26). Keduanya berasal dari Dusun Kenongo, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. “Kedua tersangka ini memiliki peran berbeda,  Mulyo Slamet mencongkel jendela, mengambil uang dan menyekap korban. Sedangkan M Harjo adalah perencana perampokan. Dia terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur dan melawan petugas,” jelas Wakapolres Pasuruan, Kompol M Harris.

Perampokan itu terjadi pada Jumat 21 Agustus 2020 sekitar pukul 02.00 WIB. Rumah yang disatroni adalah milik M. Santoso (37). Dari penyidikan polisi, perampokan itu tidak hanya dilakukan kedua pelaku. Ada lima orang lagi yang terlibat dan kini jadi buron.

Dalam pembagian perannya, empat pelaku berjaga-jaga di depan rumah korban. Sedangkan tiga pelaku lainnya masuk kedalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela lantai dua, berbekal celurit dan pedang serta bom ikan (bondet).

Korban yang mendengar suara mencurigakan, langsung coba mengecek keluar rumah. Namun ia dihadang oleh komplotan itu. Pasrah, korban pun masuk rumah kembali.

“Para pelaku yang berhasil menemukan korban, langsung mengikatnya dengan tali bersama istrinya. Kemudian korban dipukuli dan diancam dibacok jika tidak menunjukkan penyimpanan harta korban,” ungkapnya.

Korban yang ketakutan pun memberitahu dimana tempat penyimpanan harta miliknya. Kemudian para pelaku pun dengan mudah mengambil uang Rp 50 juta, perhiasan kalung dan gelang emas, HP serta satu unit motor milik korban yang bernopol N 2573 TBM.

“Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pengumpulan bukti, kami akhirnya berhasil membekuk dua dari tujuh pelaku di rumah yang terletak di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari,” ujar dia.

Mulyo Slamet dan Harjo mengaku mendapat bagian uang Rp 2 juta dari aksi perampokan itu. “Uangnya saya buat beli sembako, kemudian sebagian saya bagikan ke orang tidak mampu dan sebagian uangnya buat biaya berobat ibu saya,” kata Mulyo Slamet.

Kemudian  dalam kesempatan ini Kepolisian Resort Pasuruan juga menyerahkan satu unit mobil Toyota kijang Inova kepada Mohammad Hasan Warga Krajan RT/RW 002/002 Desa Pandean Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan selaku pemilik yang merupakan barang bukti tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Pasangan suami istri (Pasutri) Trasilo Wahyu Hardito, Nina Heksa Putri Nasution

Petugas mengamankan unit mobil tersebut dari wilayah medan Sumatra Utara, “Terima kasih kepada Polres Pasuruan mobil saya sudah kembali,” kata Hasan di Mapolres

Kepada Pasutri tersebut, petugas menjerat dengan pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, “ Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, jangan mudah percaya, dan laporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan diwilayah hukum Polres Pasuruan.” Tutup Kompol Kompol M Harris.

Repoter : Wawan

Editor    : Pujiyono

Komentar

News Feed