oleh

Ribuan Mahasiswa & Pekerja Pasuruan Bersatu Tolak Omnibus Law

Pasuruan – Ribuan mahasiswa dan pekerja menggelar aksi demo menolak Rancangan UUD Cipta kerja Omnibus Law yang sudah di sahkan oleh DPR-RI pada 05 Oktober 2020 dengan mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis 08 Oktober 2020

Ribuan demonstran itu menuntut UUD Cipta kerja itu dihapus. Dalam melakukan aksi sempat terjadi ketegangan lantaran tidak ditemui anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Kekecewaan para demonstran tersebut memuncak dengan membakar ban dan merusak umbul-umbul yang ada di Gedung DPRD kabupaten Pasuruan.

Petugas keamanan dan Kepolisian yang sedang berjaga, langsung bergegas memadamkan api tersebut.

“Kami secara tegas menolak UU Cipta Kerja (Omnibuslaw). Dimana dalam undang-undang itu ada 12 point yang sangat memberatkan kami masyarakat bawah,” kata Arifin Manap salah satu demonstran.

Demontran juga membacakan 12 poin pertanyaan terkait UU Cipta Kerja kepada DPR yang telah di berikan amanat oleh rakyat, untuk mewakili aspirasi di parlemen.

Kedua poin pertanyaan itu diantaranya adalah :

1. Benarkah Uang pesangon akan dihilangkan?

2. Benarkah UMP, UMK, UMSP dihapus?

3. Benarkah Upah buruh dihitung per jam?

4. Benarkah Semua hak cuti (cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan) hilang dan tidak ada kompensasi?

5. Benarkah Outsourcing diganti dengan kontrak seumur hidup?

6. Benarkah tidak akan ada status karyawan tetap?

7. Apakah Perusahaan bisa memPHK kapanpun secara sepihak?

8. Benarkah Jaminan sosial dan kesejahteraan lainnya hilang?

9. Benarkah Semua karyawan berstatus tenaga kerja harian?

10. Benarkah Tenaga kerja asing bebas masuk?

11. Benarkah Buruh dilarang protes, ancamannya PHK?

12. Benarkah Libur Hari Raya hanya pada tanggal merah dan tidak ada penambahan cuti?

Reporter : Saiful
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed