oleh

Kanit Binmas Polsek Prambon : “Kita Memilih Cara Humanis Untuk Penegakan Prokes ini”

Nganjuk  – Pelanggar protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih saja terjadi. Namun begitu para petugas yang masuk dalam satuan tugas (satgas) covid 19 lebih memilih cara humanis atau sisi kemanusiaan dalam menerapkan aturan itu

Seperti halnya Iptu Nanik, Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas) Kepolisian Sektor Prambon Kepolisian Resort Nganjuk Jawa Timur. Dalam menjalankan tugasnya dia lebih memilih cara humanis. Dengan cara itu dia berharap masyarakat lebih merasa dihargai sehingga pembinaan atau edukasi yang diberikan akan dilaksanakan, bukan ketika ada petugas namun diharapkan menjadi budaya

“Memakai masker misalnya, meski sudah puluhan bahkan ratusan kali, petugas memberikan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penularan virus covid 19 ini. Namun nyatanya masih banyak masyarakat yang belum sadar, sehingga bandel tetap tidak mau memakai masker,” katanya saat berbincang dengan akurasinews.com, Minggu 25 Oktober 2020

Iptu Nanik mencontohkan seperti ketika melaksanakan tugas operasi yustisi di Desa Tanjungtani, dia menjumpai masih banyak pemuda yang nongkrong di warung kopi tanpa mamakai masker dan menjaga jarak aman, “Begitu mengetahui hal itu, saya bersama anggota yang lain langsung memberikan pengarahan, tentang pentingnya mamakai masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun,” jelasnya

Memang, lanjut Iptu Nanik kebetulan di warung kopi itu pemilik warung sudah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, “Tapi saya lihat pemuda lain yang datang belakangan juga main nylonong saja tidak memakai masker dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki warung itu, karena hal itulah mereka saya kumpulkan, dan kita beri pemahaman akan pentingnya protokol kesehatan ini,” ungkapnya

Meskipun dalam peraturan daerah atau perda sudah diatur mengenai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini, untuk saat ini kami masih menerapkan sanksi sosial, “Mereka yang terjaring operasi Yustisi  diberikan sanksi sosial dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan menghafal Pancasila,” papar Iptu Nanik

Disamping itu, kata Iptu Nanik lagi, mereka yang terjaring operasi Yustisi juga langsung diberikan pembinaan untuk selalu mematuhi Prokes pencegahan covid-19. Dimana hal itu demi untuk menjaga kesehatan warga sendiri terhindar dari penularan virus corona. “Kami dalam setiap Operasi Ysutisi tidak bosan untuk memberikan menghimbaun agar warga selalu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari berkerumun dalam Pandemi Covid-19 sekarang ini,” tandasnya

Reporter  : Agus K

Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed