oleh

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian ke PT. Cheil Jedang Indonesia

Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan kunjungan kerja ke PT. Cheil Jedang Indonesia (PT. CJI) yang berada di Jalan Raya Arjosari Dusun Sarirejo Desa Sarirejo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Dalam kunjungan Kementan tersebut dihadiri kepala Badan Karantina Pertanian Menteri Pertanian RI Ir. Ali Jamil,. MP,. Ph. D., Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI Dr. Ir. Nasrullah,.M. Sc., Staf Khusus Mentri Bidang kebijakan pertanian Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M. TDev, Vice President Derector PT. CJI Pasuruan Mr. Yoon Taesang., Kapolresta Pasuruan AKBP. Arman,. S. I. K,. M. Si., Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh. Burhan Fajari Arifin,. S. Sos., Associated Director PT. CJI H. Imam Nachrowi, Manager Humas Imron Gunawan, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Ir. Ihwan,. M. Si., kabag Protokol dan komunikasi pimpinan Pemkab Pasuruan Drs. Derajat Utomo,. M. Si., forpimka Rejoso, Camat Rejoso Komari, SH,. MM, kapolsek Rejoso AKP. Bambang Sugeng,. MH,. Danramil Rejoso Kapten Inf. Kariono,.juga dihadiri 30 karyawan PT CJI

Pada kesempatan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana bahan baku asal hewan sediaan premiks dalam hal ini Feed Suplement yang berupa Tryptophan Granule (asam amino pakan hewan) produksi PT Cheil Jedang Indonesia. Total ekspor sebanyak 327 ton dengan nilai USD 1,5 juta atau sekitar Rp 22,5 miliar.

Ekspor kali ini menyasar pasar Eropa dan Asia, yaitu ke Jerman, Inggris, Vietnam, India Prancis, Polandia dan Belanda. Hal ini membuktikan bahwa produk asam amino yang diproduksi di Indonesia sudah bisa diterima dan sesuai dengan standar internasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memberikan apresiasinya kepada PT Cheil Jedang Indonesia.

SYL menilai, PT Cheil Jedang Indonesia sudah terus berupaya memproduksi produk yang berstandar dunia di tengah kondisi serba sulit masa pandemi Covid-19.

“Kami juga mengucapkan selamat atas terealisasinya ekspor pada hari ini. Berarti semua yang telah diupayakan selama ini oleh pihak perusahaan telah membuahkan hasil yang baik,” ujar SYL dalam sambutan acara pelepasan ekspor, Selasa 3 November 2020

SYL menjelaskan, kebutuhan asam amino dalam negeri rata-rata per tahun sebanyak 53.226 ton dengan kapasitas produksi dalam negeri kita sebesar 381.500 ton. Maka, ada potensi ekspor asam amino sebesar 328.274 ton dan sampai dengan bulan September 2020 sudah terealisasi ekspor sebanyak 119.496 ton.

Dia juga mengatakan, ekspor dan investasi yang terus ditingkatkan ini sejalan dengan pesan Presiden Jokowi yang menyebut ekspor dan investasi adalah kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Dengan ekonomi yang tumbuh, diharapkan dapat menekan ketimpangan, kesenjangan dan kemiskinan.

“Karena itu saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi lompatan kemajuan dari PT Cheil Jedang Indonesia yang pertama kalinya melaksanakan ekspor bahan asal hewan berupa asam amino, Saya berharap PT Cheil Jedang Indonesia terus meningkatkan kinerja ekspornya di pasar internasional,” paparnya.

Ia menambahkan, peningkatan ekspor ini juga sejalan dengan salah satu target Kementan yang menargetkan peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian, melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks), yang mengusung tema “Maju, Mandiri dan Modern”.

Dengan Gratieks diharapkan dapat membuka peluang ekspor lebih besar bagi para pelaku usaha peternakan dan kesehatan hewan. Baik skala besar, menengah, bahkan mikro dan para peternak yang siap ekspor untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, SYL mengajak semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para pelaku usaha bersama-sama meningkatkan ekspor, dengan mencari negara tujuan baru dan mengidentifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh negara lain.

Namun, dia mengingatkan, kualitas, kuantitas dan kontinyunitas harus dipenuhi dalam mengisi peluang ekspor.

SYL menilai perlu adanya jaminan kualitas yang dapat bersaing, kemampuan memenuhi kuantitas yang dibutuhkan negara importir, dan kontinyuitas pasokan.

“Di samping itu, yang tidak kalah penting yaitu efisiensi usaha agar produk kita semakin kompetitif,” imbuh dia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah memaparkan, komoditas peternakan Indonesia hingga saat ini memang telah mampu menembus pasar internasional.

Terbukti dari beberapa ekspor daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, susu olahan, ternak babi, kambing dan domba hidup sampai ke larva kering.

“Total negara tujuan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini telah ke 97 negara,” ungkap Nasrullah.

Ternak hidup yang telah diekspor di antaranya ke Singapura, Pakistan, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Timor Leste seperti sapi, kambing, domba, ayam, kelinci dan babi.

Sedangkan, negara tujuan ekspor produk pangan segar dan olahan asal ternak di antaranya adalah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Hong Kong, Vietnam dan Timor Leste.

Adapun negara tujuan ekspor produk non pangan asal ternak seperti China, Jepang, Timor Leste, Singapura, Inggris dan Amerika. Sementara bibit dan benih ternak telah diekspor ke Malaysia, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Kyrgyzstan, Afganistan dan Madagaskar.

“Khusus untuk obat hewan, ekspor Indonesia dilakukan ke banyak negara baik di benua Asia Pasifik, Afrika, Eropa dan Amerika,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2020 periode Januari sampai September (angka sementara) sudah tercatat mencapai 235.728 ton dengan nilai USD 632.085.614 atau setara Rp 9,48 triliun.

Catatan ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 (year on year) yang hanya mencapai 199.135 ton dengan nilai setara Rp7,05 triliun. Peningkatan volume ekspor sebesar 18,38 persen dan nilai ekspor meningkat sebesar 34,32 persen.

“Nah, lewat program Gratieks kami menargetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300 persen menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan,” ucap Nasrullah.

Nasrullah menambahkan, dengan terbukanya akses pasar ini internasional ini, diharapkan PT Cheil Jedang Indonesia dapat terus meningkatkan kuantitas maupun kualitas produk siap ekspor, sehingga produk peternakan Indonesia lebih mampu bersaing di perdagangan internasional.

Selain itu, diharapkan ekspor yang dilakukan oleh PT Cheil Jedang Indonesia juga dapat memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya dengan meningkatkan kualitas produk dan promosi ke negara lain.

“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Cheil Jedang Indonesia dan semua pihak terkait atas dukungannya terhadap upaya ekspor komoditas peternakan Indonesia,” tutur dia.

PT Cheil Jedang Indonesia merupakan satu-satunya produsen asam amino di Indonesia baik untuk pakan (feed grade) maupun pangan (food grade) memang terus berupaya melakukan inovasi. Kali ini, produknya yang diekspor merupakan asam amino yang lebih ramah lingkungan dan memiliki harga yang kompetitif.

Presiden PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Yoon Tae Sang mengatakan, dengan adanya Tryptophan Granule, CJI telah menjawab permintaan pasar global khususnya produk asam amino untuk pakan ternak dan hewan yang lebih ramah lingkungan.

Ia menyebut, pada tahun 2021 nanti CJI menargetkan bisa lebih melebarkan sayap di negara Eropa dan Asia lainnya dengan target penjualan 36.000 MT atau setara USD 183 juta.

“Pada peluncuran kali ini kami sangat berterima kasih kepada Menteri SYL telah hadir dan sekaligus sebuah kehormatan bagi kami karena secara tak langsung kami mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia (Kementan). Kami harap dukungan ini terus dilakukan ke depannya,” tandasnya.

Reporter : Wawan
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed