oleh

Otaki Investasi Bodong, Warga Kediri Dibekuk Polda Jatim

Surabaya – Sangat lihai berkata-kata, Panji Permana (39), warga Desa Sitimerto, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri dapat mengelabui 27 orang untuk melakukan investasi yang ternyata bodong. Akibatnya, pria mantan pegawai sebuah bank pemerintah ini ditangkap Polda Jawa Timur melalui Direktorat Reserse Umum, di rumahnya pada Senin 23 November 2020

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko menyatakan, yang bersangkutan juga dulunya bekerja sebagai karyawan Bank pemerintah. Dengan bermodalkan kepercayaan kepada para korban, tersangka ini memberikan janji keuntungan 5 hingga 6 persen dari jumlah uang milik para korban.

Dalam kasus yang motifnya investasi ilegal atau juga disebut investasi Bodong tersebut diketahui ada sekitar 27 orang korbannya Untuk kerugian yang diderita korban mencapai 10 Miliar rupiah.

Diketahui aksi penipuan yang dilakukan oleh Panji ini dilakukannya sekitar tahun 2016 silam. Rata-rata untuk korban dulunya pernah sama-sama menjadi karyawan di suatu perusahaan Plat Merah di Kota Surabaya.

Lalu korban yang sudah tidak percaya lagi terhadap tersangka pada sekira 10 Agustus 2020, mereka melaporkan tentang adanya penipuan dan penggelapan investasi bodong ke Polda Jatim.

“Dari investasi bodong ini, polisi mengamankan beberapa dokumen lengkap mulai BPKB, buku rekening tabungan, sebuah rumah rumah di Sidoarjo Perumahan Citra Garden Cluster Green Hill dan juga dua buah mobil sedan mewah,” kata Trunoyudo, Kamis 26 November 2020

Petugas juga menyita handphone yang digunakan untuk menghubungi para korban dalam operasionalnya untuk melakukan tindak pidana produk investasinya berupa Forex atau jual beli mata uang asing.

Perusahaan milik pelaku ini diberi nama kantor Investasi Raga Management di rumah milik pelaku di Perumahan Citra Garden Cluster Green Hill yang juga turut disita petugas.

“Sementara yang melapor baru 15 orang, namun akan ada pelaporan lainnya sebanyak 12 orang akan melaporkan kembali dengan kerugian seluruhnya dari 27 orang itu mencapai 10 milyar,” ujar Trunoyudo.

Polisi juga menghimbau kepada masyarakat jika ada korban-korban lain selain ke 27 orang ini, yang merasa dirugikan oleh tersangka dalam melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini dengan motifnya pada investasi ilegal dan bodong silakan laporkan melalui sentra pelayanan kepolisian terpadu di Polda Jatim.

Reporter : Ahmad AE
Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed