oleh

Gara – gara Suara Knalpot, 6 Anggota PBB Dihajar 20 Orang

Surabaya – Diduga gara-gara knalpot bising ada 6 orang anggota Pemuda Batak Bersatu ( PBB ) dihajar sekitar 20 orang diduga diduga anggota organisasi pencak silat di Jalan Tengger Kandangan, Benowo, Surabaya, Minggu 29 November 2020 sekitar pukul 04.25.

Akibat Perkelahian tidak seimbang tersebut, ke 6 orang PBB kini menjalani perawatan di rumah sakit kawasan Surabaya Barat, karena mengalamu luka luka

Informasi yang berhasil dihimpun pewarta media ini menyebutkan, bermula ketika salah satu korban bernama Boy Hendra Naigolan ( 32 ) warga Perum Citra Pasundan, Curug, Tangerang, Banten, pada Sabtu 28 November 2020 tiba di Kota Surabaya setelah dari Tangerang.

Setibanya di Surabaya korban langsung menuju tempat kostnya yang ada di Jalan Sambikerep, Surabaya. Dengan mengendarai motor Suzuki Satria nopol L 5014 KA, korban dari saudaranya di Jalan Kartini Surabaya pulang ke kostnya.

Setibanya di Jalan Tengger, Kandangan, Benowo, Surabaya, motor korban yang menggunakan knalpot brong mengeluarkan suara bising ditegur oleh salah satu pelaku yang diduga rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Mendapat teguran itu, korban tidak menghiraukan, dan tetap pulang menuju kostnya. Tindakan itu oleh para pemuda tersebut, dianggap tidak sopan dan langsung mengejarnya. Ada 6 orang dengan 3 unit motor yang mengejar korban. Setibanya di depan kost korban dihajar dan ditinggalkan begitu saja.

“Korban tidak tahu kalau diikuti, tiba-tiba dari arah belakang dan samping dihajar beramai-ramai” kata Benhard Manurung ketua DPD PBB Jatim ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, Minggu 29 November 2020

Karena tidak terima dihajar, korban menghubungi 5 rekanya. Dengan menggunakan 3 unit motor, korban bersama rekannya menuju lokasi tempat berkumpulnya remaja-remaja yang menghajarnya tersebut.

Setelah cek-cok sebentar, masih kata Benhard Manurung, kedua kelompok tersebut terlibat perkelahian. Melihat hal tersebut teman teman pelaku yang diduga anggota organisasi silat PSHT langsung ikut menghajar ke 6 orang itu.

“Karena tidak seimbang, 6 orang melawan sekitar 20 orang ya hasilnya luka parah, beruntung tidak ada yang meninggal bisa lainnya ceritanya,” paparnya dengan nada geram.

“Kasus tersebut sudah diLaporkan ke Polsek Benowo dengan bukti laporan LP-B/ /XI/RES/1.6/2020/RESKRIM/SPKT Polsek Benowo,” imbuh pria yang pernah bertugas di Polisi Militer (PM) ini.

Sementara itu Kapolsek Benowo Kompol Hakim, dikonfirmasi masih enggan berkomentar.

Reporter : Ahmad AE
Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed