oleh

Tolak Pipanisasi Pembuangan Limbah Cair ke Sungai, Warga Beji Turun Jalan Raya

Pasuruan – Tak ingin sungai di desanya dijadikan tempat pembuangan limbah cair industri. Belasan perwakilan warga Desa Kedungringin dan anggota DAS (Daerah Aliran Sungai) Wrati kembali turun ke jalan raya poros Nasional pènghubung antara Surabaya-Banyuwangi atau tepatnya jalan raya Cangkringmalang-Beji-Kabupaten Pasuruan. Selasa siang 8 Agustus 2020.

Belasan warga itu hendak memasang spanduk penolakan proyek pipanisasi pembuangan limbah lima perusahaan yang ada di Desa Wonokoyo,Kecamatan Beji.

“Sungguh ironis dan tidak masuk akal proyek pipanisasi pembuangan limbah lima perusahaan langsung ke sungai wrati,” Kata Vicky Arianto salah satu tokoh masyarakat Desa Kedungringin-Beji.

Diterangkan olehnya, proyek pipanisasi ini dinilai ngawur dan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Pihak Pemkab Pasuruan sendiri yang diwakili oleh DLH (Dinas Lingkungan Hidup) sepertinya mendukung proyek tersebut. “Mereka (DLH dan Lima Perusahaan) hanya memikirkan penyelesaian dampak lingkungan di wilayah atas saja, sementara wilayah bawah yakni Desa Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto tidak dipikirkan,” tandasnya

Dengan adanya pipanisasi ini, dapat dipastikan sungai wrati dijadikan obyek pembuangan atau penampungan limbah dari lima perusahaan yakni PT Baramuda Bahari,Sea Master, OJK, Mitra Cipta Agung dan PT Wonokoyo,” tukas Vicky Arianto.

Hal senada dilontarkan oleh Henry Sulfianto Ketua DAS Wrati Sinergi, menurutnya pipanisasi yang dimotori oleh DLH dan dibiayai oleh lima perusahaan ini, sepertinya sudah tersistematis, terstruktur dan masif mengadu domba warga masyarakat. “Untuk itu pipanisasi ini perlu dihentikan. Kami meminta agar pihak Muspika mengundang pihak terkait untuk mencari solusi atas permasalahan ini,” tandasnya.

Dari pantauan akurasinews.com dilapangan, saat warga dan DAS Wrati memasang spanduk penolakan. Muspika Beji ( Camat, Kapolsek dan Danramil) mendatangi warga untuk berdialog

Menurut Camat Beji Thaufiqul Ghoni dihadapan massa pemasang spanduk penolakan, mengatakan Selaku Muspika Beji tidak mengetahui secara detail permasalahan pipanisasi dari lima perusahaan. “Aspirasi warga dan DAS Wrati untuk meminta kami (Muspika Beji) untuk menjadi mediator atas permasalahan ini, akan kami jembatani dengan mengundang pihak terkait yakni DLH,5 Perusahaan,BBWS, 4 Kepala Desa terdampak, Dinas Pengairan, Satpol PP, BP3M, Das Wrati dan perwakilan warga,” ungkap Camat Beji.

Reporter : Wawan
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed