oleh

Pengurus Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu 2020-2024 Resmi Dibentuk

Pasuruan – Kepengurusan Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) periode 2020-2024 resmi terbentuk. Pemilihan Ketua beserta jajaran pengurus dilakukan dalam Raker I AJPB di Cafe n Resto D’Djaya, Gempol, Pasuruan, Kamis 10 November 2020.

Sebagai ketua, Henry Sulfianto terpilih kembali secara aklamasi. Ke- 30 anggota yang hadir sepakat memilih jurnalis Memo-X tersebut.

Henry Sementara untuk susunan komisioner diisi oleh Sulistiawan, Tody Prasetyo, dan Andik Ismawan.

Untuk Sekretaris dipegang oleh Luqman Wijaya bersama Masroni. Bendahara diemban oleh Bainah dan M. Adim.

Kabid Hukum dan Advokasi diamanahkan kepada Sulistiawan dan wakilnya Sunariyo. Kabid Hubungan Antara Lembaga dijabat oleh Andik Ismawan dan Wakilnya M. Khoirony.

Sedangkan untuk Kabid Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Sangsi diemban oleh Tody dengan wakilnya Imam Purnomo. Terakhir, Kabid Perencanaan Kerja dipercayakan kepada Pujiyono dan Wakilnya Miftahul Ulum.

Setelah terbentuk kepengurusan yang baru, Henry berjanji akan membawa AJPB ke arah yang lebih baik. Ia mengatakan AJPB didirikan untuk menampung rekan sejawat yang belum masuk organisasi wartawan.

“Artinya sebelum rekan-rekan anggota AJPB bergabung dalam organisasi wartawan berskala nasional, kami pengurus AJPB akan memberikan semacam diklat jurnalistik pada anggota,” terangnya.

Menurut Pria yang akrab disapa Londo ini diklat jurnalistik penting digelar demi profesionalitas jurnalis itu sendiri. Ia mengaku siap bekerjasama dengan organisasi wartawan lain untuk mengadakan diklat.

“Hal ini (diklat jurnalistik) penting untuk meningkatkan keprofesionalan dan memahami secara betul serta benar konteks 5W+1H. Kami siap mengajukan kerjasama dengan PWI, AJI ataupun yang lainnya,” jabarnya.

Setelah bekal dirasa cukup, AJPB akan mendorong anggotanya untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Setelah anggota AJPB sudah dikira mampu memahami secara betul dan benar kontekstual 5W+1H, selanjutnya kami dorong untuk mengikuti UKW sesuai aturan Dewan Pers,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Hukum dan Advokasi Sulistiawan menerangkan dirinya siap memberikan pendampingan kepada seluruh anggota yang tersandung masalah.

Namun, ia mengingatkan, setiap masalah yang mendera anggota, tak melulu harus diselesaikan lewat AJPB.

“Tidak semua masalah harus dibawa ke AJPB. Misalnya bisa diselesaikan di media masing-masing. Ya cukup sampai di situ saja. Kecuali memang masalahnya berat dan perlu kita yang turun tangan,” pungkasnya.

Reparter : Saiful
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed