oleh

Sepakat Hentikan Proyek Pipanisasi Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai Wrati

Pasuruan – Menindaklanjuti aksi warga tiga desa di Kecamatan Beji yakni Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto terkait proyek pipanisasi pembuangan limbah 5 pabrik langsung ke sungai wrati pada Selasa 8 November 2020.

Muspika Beji (Camat, Kapolsek dan Dan Ramil) menggelar rapat koordinasi dengan mengundang beberapa pihak terkait diantaranya DLH Kabupaten Pasuruan,PU SDA, Satpol PP, BBWS, 5 perusahaan pemasang pipa saluran limbah, DAS Wrati Sinergi, Anggota DPRD Dapil 1 Beji, dan Kepala Desa. Jumat 11 Desember 2020

Dalam rapat koordinasi tersebut, Ketua DAS Wrati Sinergi Henry Sulfianto berkesempatan berbicara dihadapan peserta rapat mengatakan, untuk menghentikan pipanisasi itu. “Karena tidak ada ijin serta membuat keonaran di masyarakat,”tegasnya

Untuk diketahui bahwa sebelumnya masyarakat Desa Wonokoyo dan Gununggangsir bergolak akibat adanya bau limbah yang menyengat dan air sungai disekitaran berubah warna. Kemudian warga 2 desa setempat meluruk 5 pabrik yang diduga kuat membuang limbahnya tanpa melalui Ipal dan warga setempat mengancam akan menutup saluran pembuangan limbah ke lima pabrik tersebut.

Kemudian secara sporadis kelima perusahaan dan tanpa sosialisasi, membuat saluran pembuangan limbahnya melalui pipa menuju sungai wrati dan lucunya hal ini di dukung oleh pihak DLH Kab.Pasuruan. Jelas ini merupakan tindakan ngawur dan tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

Jika DLH Kabupaten Pasuruan bekerja dengan benar dan kelima pabrik mengelolah Ipal dengan baik, maka tidak perlu membuat pipa saluran limbah dengan biaya mencapai miliaran rupiah.

Pihak 5 pabrik yaitu PT.Mega Marine Pride,PT.Universal Jasa Kemas, PT.Marine Cipta Agung, PT.Baramuda Bahari dan PT.Wonokoyo harus memperbaiki seluruh IPALnya dan menghentikan proyek pipanisasi tersebut.

Perlu diketahui bersama dari data yang telah ada pihak DLH Kabupaten Pasuruan telah menyatakan bahwa kelima pabrik tersebut limbahnya tidak sesuai dengan baku mutu dan telah diajukan untuk pembekuan.

“Artinya, pipanisasi hanya menyelesaikan masalah di dua desa (Wonokoyo dan Gununggangsir) tapi akan membuat pencemaran sungai wrati, yang mana imbasnya akan dirasakan oleh warga tiga desa yaitu Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto serta kerusakan ekosistem yang ada di sungai wrati,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Vicky Arianto tokoh masyarakat Desa Kedungringin, pihaknya tidak ingin desanya menjadi tempat pembuangan limbah dari lima pabrik itu. Namun demikian yang disampaikan oleh Sugito Sekretaris DAS Wrati Sinergi, yang perlu dipahami bahwa pembuangan limbah tanpa melalui IPAL adalah tindakan melawan hukum dan DLH sebagai kepanjangan tangan pemerintah wajib memberi rasa keadilan.

Setelah mendapati hal-hal yang disampaikan oleh ketiganya (Henry,Vicky dan Sugito). Pimpinan rapat yakni Camat Beji Thifaqul Ghony, H.Arifin anggota Komisi III DPRD, Najib Setiawan Komisi I DPRD, Khoiron perwakilan DLH, Kompol Achmad Kapolsek Beji dan Kapt Inf Hadi Danramil Beji menyepakati bahwa proyek pipanisasi dihentikan sementara sembari menunggu proses perijinan serta sosialisasi pada pihak desa terdampak.

Reporter : Wawan
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed