oleh

Libas Jaringan Bandar Gede, Polres Pasuruan Ringkus 3 Tersangka Sita 1,1 Kilogram Sabu Sabu

Pasuruan – Kepolisian Resort Pasuruan berhasil melibas jaringan bandar gede (Bede) Narkoba dengan meringkus tiga tersangka dan menyita 1,1 Kilogram kristal sabu, senilai Rp2,4 miliar. Keberhasilannya meringkus jaringan Bede narkoba kelas kakap disampaikan kepada media pada Kamis 17 Desember 2020.

Ketiga tersangka yang sudah diborgol itu diantaranya adalah Sanali (50) warga Oro-Oro Puleh, Kejayan, Pasuruan, Asmad (43) warga Sentul, Purwodadi, Pasuruan dan Rudianto (31) warga Watuagung, Prigen, Pasuruan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, proses penangkapan ketiga tersangka ini dimulai dari penangkapan Sanali di rumahnya pada 5 November 2020 lalu.

“Saudara S (Sanali) kita tangkap di rumahnya. Barang bukti yang kita amankan sebesar 61 gram sabu-sabu,” terang pria yang akrab disapa Rofiq ini.

Setelah tertangkap, polisi berhasil mengembangkan kasusnya. Hingga didapat nama Asmad. Tersangka Asmad ditangkap di kediamannya pada hari yang sama.

Keterangan polisi menyebutkan bahwa Sanali setiap satu minggu sekali mengambil sabu-sabu seberat 1 ons dari Asmad.

“Dari saudara A (Asmad) kita berhasil mendapatkan barang bukti sebesar 1104 gram,” lanjut perwira dengan pangkat dua melati emas tersebut.

Selanjutnya dari Asmad, Polisi berhasil mengungkap nama lainnya yakni Rudianto. Namun, penangkapan Rudi rupanya cukup menyita waktu. Rudi cukup licin berkelit dari kejaran polisi.

Polisi bahkan butuh waktu dua minggu untuk menangkapnya. Dalam pelariannya, lelaki sawo matang ini sempat berpindah-pindah kota. Dari Malang hingga Solo. Hingga akhirnya Rudi berhasil dicokok di Solo.

“Saudara R (Rudianto) kita tangkap di Solo. Pengejaran selama dua minggu. Kita endus pernah di Malang selama 7 hari, kemudian bergerak ke Jateng. Anggota kita disana mengintai selama 8 hari. Setelah itu baru kita tangkap,” beber Rofiq.

Besarnya barang bukti yang diamankan membuat Rofiq miris. 1.165 gram, sebutnya, cukup untuk meracuni ribuan masyarakat.

” Satu gram biasanya dipakai oleh 3-5 orang dalam satu even. Nah ini coba 1.165 dikalikan 5. Maka hampir 10 ribu generasi kita yang terkontaminasi narkoba,” ujarnya.

Perputaran uang para pengedar ini pun cukup mengagumkan. Rata-rata tersangka menjualnya sebesar Rp1,6 juta setiap gramnya, jika ditotal, hampir menyentuh Rp2,4 miliar.

“Fakta hukum nya akan kita kompletkan di lapangan. Masih ada yang lebih besar di lapangan. Nanti akan kita rilis juga kalau sudah kita pukul jaringannya,” terang Rofiq.

Penangkapan ini menurut Rofiq juga sebagai peringatan bagi siapapun yang bermain-main dengan narkoba. Pria asal Magelang ini mewanti-wanti akan menindak tegas peredaran narkoba di Pasuruan.

“Saya berharap pengungkapan kasus ini memberikan pelajaran bagi masyarakat bahwa Polres Pasuruan tidak akan main-main terhadap narkoba,” tegasnya.

Ketiga tersangka kini harus siap dengan akibat perbuatannya. Mereka dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.

“Ancaman pidananya maksimal 20 tahun penjara. Bahkan bisa hukuman mati,” pungkas Rofiq.

Reporter : Saiful
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed