oleh

Pasca Banjir, GPK Jombang Beri Trauma Healing Kepada Anak – Anak Terdampak

Jombang – Bencana, selalu saja meninggalkan beban psikologi pagi para korbannya. Tidak terkecuali dengan korban banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang. Beranjak dari kepedulian, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jombang menggelar kegiatan trauma healing dengan menyasar anak-anak korban terdampak.

Kegiatan itu, ternyata mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua GPK Jombang, H Mujtahidur Ridho, tentang perlakuan yang diberikan pada anak-anak.

Bahkan, anggota anggota pengurus juga memberikan terapi bermain dengan tujuan meningkatkan kebahagiaan pada anak korban bencana, menurunkan tingkat kecemasan anak terhadap peristiwa bencana banjir, sebagai wadah anak mengekspresikan emosinya dan meningkatkan dukungan sosial pada korban bencana.

“Untuk itu kami memberikan psikoedukasi terkait trauma dan memberikan terapi relaksasi. Tujuannya adalah menurunkan tingkat kecemasan terhadap peristiwa banjir, memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua mengenai trauma dan cara mengatasi psikologis pada anak-anak agar lebih produktif dalam kesehariannya,” ucap Gus Edo sapaan akrab Ketua GPK Jombang, Senin 8 Februari 2021

Gus Edo juga mengatakan, trauma healing tersebut dilakukan khusus untuk anak-anak yang saat itu tengah dilanda bencana banjir. Tujuannya untuk menghilangkan traumatik terkait bencana kala itu. Dengan demikian, pihaknya mengharapkan dilakukan pemulihan psikologi ini agar anak-anak dapat kembali bersemangat untuk menikmati keadaan lingkungan sekitarnya dengan bermain tanpa ada rasa takut dengan kejadian yang sudah terjadi

“Tujuan trauma healing yang kami laksanakan ini untuk mengurangi traumatis para anak-anak pasca bencana. Selain itu, upaya kami juga hijaukan kawasan Dusun Beluk dengan pencanangan penanaman pohon ini akan dapat memulihkan kerusakan sumber daya pohon yang rusak karena bencana banjir lalu,” paparnya

Dia juga meminta, budaya sadar menanam pohon harus dilaksanakan sejak dini, setelah melakukan aksi penanaman pohon, GPK Jombang bersama warga Dusun Beluk melakukan tradisi liwetan dengan tujuan melestarikan kebudayaan dan mempererat persaudaraan antar sesama

“Dengan begitu lingkungan kehidupan kita tetap berperan sebagai penyangga sistem kehidupan alam dan sumber kesejahteraan masyarakat,” terangnya

Sementara itu, Sustiyo, Kepala Dusun Beluk juga merespon positif atas kegiatan tersebut dan ia bersama warga juga merasa sangat bahagia sekali dan juga menyebutkan, sangat bangga dengan program yang dicanangkan oleh GPK Jombang.

“Mereka jadi mengerti apa yang mereka rasakan dan mereka juga mampu untuk mengatasi cemas ketika mengingat kejadian. Selain memberikan bantuan secara materil, GPK juga mampu memberikan bantuan untuk pemulihan psikologis korban bencana yang memang masih jarang diberikan oleh banyak orang,” pungkasnya.

Reporter  : Saha Taufiqurrachman

Editor       : Taufin A

Komentar

News Feed