oleh

Pentolan LSM Kota Pasuruan Desak APH Usut Tuntas Dana Jasmas DPRD Provinsi TA  2020

Pasuruan– Puuluhan bahkan tatusan miliar bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur kepada sejumlah Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kota Pasuruan yang belum diketahui asas manfaat yang jelas dari program itu. Faktanya, masih banyak Dana Hibah yang diduga dikerjakan asal-asalan bahkan tidak sesuai RAB.

Hal itu diungkapkan Koalisi LSM PASURUAN BERSATU Kota Pasuruan, (LSM Suropati) Kusuma dan (LSM M Bara) Saiful Arief, Selaku Ketua Umum Lembaga pada Kamis  15 April 2021. Menurut Pebtolan LSM ini pekerjaan Dana Hibah harus mendapat perhatian serius dari semua pihak termasuk APH (Aparat Penegak Hukum) Kota dan Kabupaten Pasuruan dengan menekan para pelaku pokmas untuk lebih bermanfaat pada Pembangunan Kota Pasuruan.

“Saya yakin jika semua Pokmas itu dikerjakan dengan mengedepankan asas manfaat, akan lebih baik untuk perkembangan pembangunan di kota Pasuruan, selama ini pokmas identik dengan sebuah pekerjaan asal jadi,” ungkapnya

Banyak di keluhkan masyarakat kota Pasuruan Bahwa proyek Atas nama Kelompok Masyarakat ( POKMAS ) yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim melalui JARING ASPIRASI DPRD JATIM pekerjaannya tidak sesuai RAB dan terkesan asal asalan Dan ada dugaan ada Setoran Fee PROYEK atau pemotongan anggaran Proyek oleh oknum perantara ke DPRD Jatim sehingga mengurangi kwalitas mutu pekerjaan.

Kualisi LSM PASURUAN BERSATU Kota Pasuruan, (LSM M-BARA) Saiful Arief dan (LSM SUROPATI) Kusuma selaku Ketua Umum tersebut, berharap akan ada kesadaran dan pengawasan pemerintah melalui Kecamatan khususnya yang banyak pelaku Pokmasnya, agar mengedepankan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Dan dari Hasil investigasi kami Dugaan 4Kelompok Masyarakat ( POKMAS ) Penerima Anggaran, Tidak ikut mengerjakan Proyek Tersebut ada aktor intelektual di belakang mereka yang mengatur semua pekerjaan begitu anggaran dari Provinsi Jatim sudah cair,”Ujarnya

Pasalnya pekerjaan tersebut adalah anggaran tahun 2020 terlihat di papan prasastinya namun, sengaja tidak mencantumkan besaran anggaran proyek untuk mengelabui masyarakat, Dana Hibah hanya menjadi keuntungan pribadi bagi oknum pelaku atau mafia dari pokmas itu sendiri.

Koalisi LSM Pasuruan Bersatu kota Pasuruan, (LSM Suropati) Kusuma dan (LSM M Bara) Saiful Arief, Selaku Ketua Umum Lembaga tersebut, Dalam pelaksanaan tersebut dugaan kuat tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, sehingga kondisi pekerjaan tidak bertahan lama dan mengacu pada kegagalan kontruksi yang menimbulkan kerugian negara.

“Terakhir kami sampaikan proyek POKMAS harus di usut tuntas terkait Dugaan setoran Fee dan pemotongan Anggaran proyek,”lanjutnya

Reporter : Wawan
Editor     : Pujiyono

Komentar

News Feed