oleh

Tunda Pelaksaan Ujian Pengisian Perangkat, Panitia Desa Kecubung Terapkan Prokes Ketat

Nganjuk  – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan Mabes Polri Kepada Bupati Novi Rahman Hidayat bersama empat camat seorang mantan camat, ajudan serta sejumlah kepala desa, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) Yang Ditujukan kepada 116 Desa untuk menunda pelaksaan  ujian pengisian atau pelantikan bagi yang sudah melaksanakan ujian pengisian perangkat desa

Mematuhi surat edaran itu, panitia pengisian perangkat di Desa Kecubung Kecamatan Pace menggelar pertemuan untuk menunda pelaksaan ujian pengisian yang sedianya digelar pada 18 Mei 2021 mendatang, “Sesuai dengan Surat Edaran Bupati yang ditanda tangani Doktor Marhaen Djumadi (Plt Bupati,red) panitia ujian pengisian perangkat di Desa Kecubung ini sepakat untuk menunda, dan rekan jurnalis bisa melihat sendiri rapat ini kita gelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ketua Pengisian Perangkat Desa Kecubung Kecamatan Pace, KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro SH.,MH kepada akurasinews.com Sabtu 15 Mei 2021

Ketua Panitia : KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro SH.,MH memberikan keterangan kepada wartawan (Agus)

Panitia lanjut Om Bob sapaan akrab KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro, mengundang seluruh peserta dan orang tuanya serta seluruh lembaga pemerintah yang ada di Desa Kecubung Kecamatan Pace, “Selain itu Pak Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut hadir, memang inti dari pertemuan atau rapat ini adalah menunda pelaksaan ujian pengisian sesuai dengan SE Bupati. Namun karena ini masih dalam situasi pandemi covid 19, dimanfaatkan oleh panitia bersama babinsa dan bhabinkamtibmas untuk sosialisasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya

Panitia yang menyelenggerakan kegiatan di Balai Desa Kecubung tersebut menyediakan tempat cuci tangan dan masker, “ Untuk tempat cuci tangan dan masker otomatis sudah tersedia karena memang kegiatan ini di balai desa, karena sejak awal covid 19, Pemerintah Desa Kecubung sudah memasang tempat cuci tangan. Masker kita sediakan bagi yang lupa membawa oleh panitia dikasih, tapi ini tadi dari sekitar enam puluh undangan hanya beberapa yang tidak pakai masker,” paparnya

Jaga Jarak : Panitia menata posisi duduk undangan sedemikian rupa untuk menjaga jarak dan mewajibkan semua undangan untuk mamakai masker (Agus)

Sementara itu, Aris Purnomo Kepala Desa Kecubung Kecamatan Pace menyampaikan, penerapan protokol kesehatan dilingkup pemerintah Desa Kecubung tidak hanya diterapkan ketika menggelar kegiatan saja. Namun setiap hari ketika melakukan tugas pelayanan semua aparatur pemerintah desa menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“Saya pribadi maupun perangkat tidak bosan mengingatkan warga yang kantor untuk mengurus keperluan baik surat menyurat dan lain sebagainya untuk selalu memakai masker, kesadaran memakai masker itu setiap warga memang berbeda ada yang patuh namun adapula yang seringkali mengaku lupa. Jadi sebagai eksekutif paling bawah kami terus mendukung program pemerintah dengan jalan terus mensosialisasi tentang pentingnya memakai masker, mencuci tangan dan mengindari kerumunan serta menjaga jarak,” jelas Aris Purnomo

Mamakai Masker : Panitia dan Undangan diwajibkan masker, sebelum memasuki ruang yang telah dipersiapkan undangan terlebih dahulu mengisi daftar hadir (Agus)

Dengan terus menerapkan protokol kesehatan ini, lanjut Aris Purnomo wabah pandemic covid 19 segera berakhir dan masyarakat dapat melakukan aktifitas seperti sedia kala,“Penerapan prokes inikan  sebenarnya adalah kebutuhan masyarakat bukan kepentingan pemerintah, tapi namanya masyarakat itu majemuk masih ada saja yang menyepelekan. Sebagai pemerintah desa kami akan terus mensosialisai penerapan prokes ini, semoga corona ini segara berakhir dan perekonomian bisa kembali normal,” harapnya

Reporter   : Agus K

Editor       : Taufin A

Komentar

News Feed