oleh

Stop..!! Aliran Sesat, Kejari Nganjuk Gelar Rakor Pakem

Nganjuk – Untuk menganalisa laporan dan/atau informasi tentang aliran kepercayaan atau aliran keagamaan, meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan sekaligus  untuk mengetahui dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum. Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth SH.,MH bersama dengan Kèpala Seksi Intelijen Dicky Andi Firmansyah SH dan Staf Intelijen menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Tahun 2021 di Aula Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Kegiatan yang dihadiri oleh lintas instansi tersebut menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Dimana semua tamu undangan sebelum memasuki ruangan rakor terlebih dahulu diukur suhu tubuhnya, mencuci tangan dan memakai masker serta duduk dengan kursi yang telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan standar prokes

“Kegiatannya kita gelar pada tanggal enam belas juni kemarin, kami mengundang Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Nganjuk, Kasat Intelkam Polres Nganjuk, Pasi Inteldim 0810/Nganjuk, Dan Unit Inteldim 0810/Nganjuk, Kasi Binmas Kemenang Nganjuk, Kasi Kesatuan Bangsa Kesbangpol Nganjuk, Kasi Nilai Tradisi Disparporabud Kabupaten Nganjuk, Ketua FKUB Kabupaten Nganjuk dan Wakil Ketua Forum Pembauran Kabupaten Nganjuk, dan alhamdulillah semua hadir,” ujar Dicky Andi Firmansyah kepada pewarta media ini, Senin 21 Juni 2021

Tim Koordinasi Pakem Kabupaten Nganjuk ini, lanjut Dicky, terdiri dari Unsur Kejaksaan, Unsur Kepolisian, Unsur TNI, Unsur Kemenag, Unsur Kesbangpol, Unsur Disparporabud dan Unsur FKUB. “Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Nganjuk ini sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (3) huruf d dan e Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan R.I yaitu dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum, kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan Pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. Kita cegah jangan sampai ada aliran sesat yang akhirnya menimbulkan keresahan,” tuturnya

Selain itu, masih kata Dicky didalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Jaksa Agung RI nomor : PER-019/A/JA/09/2015 tentang tim koordinasi pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan. ” Dengan Raker ini kita harapkan tidak dimasyarakat tidak sampai muncul aliran sesat dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Tim Pakem dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan kerukunan umat dan Negara.” Tuturnya

Raker ini lanjut Dicky merupakan salah satu tugas dari Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam melakukan koordinasi dengan stake holder dalam rangka mengupdate perkembangan situasi saat ini khususnya perkembangan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di Kabupaten Nganjuk untuk mencegah adanya konflik baru di lingkungan masyarakat

“Dalam rapat koordinasi kemarin lusa itu kami bahas beberapa isu aktual yang terjadi di Kabupaten Nganjuk dan sedang dalam upaya penyelesaian. Dengan Rakor Pakem ini  diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat terkoordinir dengan baik dan keberadaanya dapat berdampingi dengan agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Nganjuk secara baik,” harapnya

Selain itu diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran agama di masyarakat menjadi potensi yang dapat menambah keberagaman budaya bangsa kita khususnya yang ada di Kabupaten Nganjuk yang dapat dijadikan satu kekuatan dalam peningkatan pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Dengan adanya pembinaan aliran kepercayaan secara rutin dan berkesinambungan diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di masyarakat dapat hidup berdampingan dengan baik, sehingga gesekan antara penganut aliran kepercayaan dan aliran agama maupun antar sesama pengikut agama dapat dihindari semaksimal mungkin.” Tandas Dicky Andi Firmansyah

Reporter  : Agus

Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed