oleh

Pledoi Terdakwa Dugaan Korupsi APBDes Sugihwaras Tidak Merubah Tuntutan JPU

NGANJUK – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya kembali mengelar Persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi perbantuan atau permufakatan jahat penyalahgunaan APBDes di Desa Sugihwaras Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Jawa Timur dengan terdakwa Sutrisno dan Rudi Setiawan

“Sidangnya kemarin, seperti persidangan sebelum diigelar secara online, terdakwa berada di Rutan kelas IIB Nganjuk, sedangkan majelis hakim berada di ruang Sidang Pengadilan Negeri Surabaya,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk Dicky Andi Firmansyah kepada akurasinews.com Jumat 25 Juni 2021

Pada sidang dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) tersebut, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Nganjuk adalah Sri Hani Susilo, S.H. ” Pledoi dibacakan oleh penasehat hukum kedua terdakwa yakni Yuliana, S.H.,M.Hum. yang pada intinya agar Majelis Hakim mengadili perkara ini dapat memutus perkara secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah serta keterangan yang terungkap di persidangan, guna tercapainya keadilan dan memohon keringanan hukuman bagi terdakwa, itu yang inti dari pledoi, minta hukuman diringankan,” tutur Dicky Andi Firmansyah

Menanggapi pledoi terdakwa, lanjut Dicky JPU Kejaksaan Negeri Nganjuk tetap pada tuntutannya, ” Jadi kami langsung memberikan tanggapan atas pledoi itu, dimana JPU tetap pada tuntutannya yang sudah disampaikan,” terang Dicky

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nganjuk Andie Wicaksono SH.MH menuntut Sutrisno dan Rudi Setiawan dengan tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara dan denda masing masing 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Kedua terdakwa diduga telah melakukan permufakatan jahat yang menimbulkan tindak pidana korupsi APBDes Desa Sugihwaras Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

“Ya benar, Dituntut dua tahun enam bulan dan denda masing masing lima puluh juta. Untuk sidangnya digelar pada tanggal tujuh belas kemarin,” ujar Dicky Andi Firmansyah SH., Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk kepada akurasinews.com Senin 21 Juni 2021

Mengenai persidangan, kata Dicky digelar di RUTAN Klas IIB Nganjuk dan di ruang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Surabaya, ” Ya secara virtual sidangnya, dari Nganjuk dan Surabaya,” jelasnya

Kedua terdakwa, masih kata Dicky telah melakukan Tindak Pidana Korupsi melanggar Pasal 9 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum kemarin itu, Penasihat Hukum Terdakwa akan menyampaikan Nota Pembelaan (Pledoi) pada sidang selanjutnya yakni pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021,” ungkap Dicky Andi Firmansyah

Reporter   : Agus

Editor       : Taufin A

Komentar

News Feed