oleh

Bongkar Jaringan Lapas Madiun, BNN Nganjuk Borgol Pengedar Kristal Sabu & Ganja

NGANJUK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba dari dalam lapas Madiun, keberhasilan itu dirilis oleh BNN bertepatan dengan dengan momentum Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021

“Timsus BNN Nganjuk berhasil menangkap tersangka Sudjono ini pada Minggu Sore tanggal dua puluh Juni  kemarin, tersangka ini merupakan karyawan swasta yang tinggal di Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan,” ujar Kepala BNN Nganjuk AKBP Bambang Sugiharto, dalam pers rilis Selasa 29 Juni 2021

Tersangka disergap tanpa perlawanan di tepi Jalan Raya Kunti, Kecamatan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan, sekitar pukul 16.30 WIB, “Penangkapan oleh Timsus BNN ini sekaligus sebagai kado Hari Anti Narkoba International, kami juga turut serta mengamankan barang bukti diantaranya tiga plastik klip sabu-sabu, masing-masing seberat 11,75 gram, 0,36 gram, dan 0, 34 gram. Totalnya seberat 12,45 gram, ganja 6,45 gram. ATM dan Unit sepeda motor

“ATM juga kita amankan, ada tiga ATM ini, nantinya kalau memang terbukti uang didalam rekening tersangka merupakan hasil kejahatan mengedarkan narkotika, bisa kita terapkan TPPU, atau tindak pidana pencucian uang,” jelas AKBP Bambang

Penangkapan Sujono, lanjut Kepala BNN Nganjuk, berawal dari informasi yang diterima Timsus BNN tentang peredaran Narkoba di wilayah Magetan, dan tersangka ditangkap tim BNN Nganjuk saat hendak mengedarkan narkotika golongan I tersebut di lokasi penangkapan. Adapun modus operandi yang dilakukan dengan sistem ranjau, alias tidak saling mengenal antara pembeli dan penjual. “Pelaku berperan sebagai kurir, ditangkap di Magetan karena termasuk wilayah kerja BNNK Nganjuk, selain Kabupaten/Kota Madiun dan Kabupaten Ngawi,” tuturnya.

Setelah ditangkap, lanjut Kepala BNN Nganjuk, tersangka mengaku mendapat pasokan narkoba sabu sabu dan ganja ini dari dalam Lapas Madiun, “Kita masih kembangkan untuk mengungkap jaringan diatasnya. Dan tersangka kita jerat dengan pasal 111, pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas AKBP Bambang

Reporter  : Agus

Editor      : Taufin A

 

Komentar

News Feed