oleh

P21, Dilimpahkan ke Kejaksaan, Bupati Novi CS, Langsung Dijebloskan Tahanan Polres Nganjuk

NGANJUK – Bupati Novi Rahman Hidayat bersama dengan ajudan dan lima tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di lingkup Pemda Nganjuk yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satuan Tugas gabungan Mabes Polri dan KPK beberapa waktu lalu,  Kamis, 08 Juli 2021 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Pelimpahan petugas Mabes Polri tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polda Jatim dan Polres Nganjuk. Usai beberapa jam menjalani pemeriksaan ketujuh tersangka langsung dijebloskan ke ruang tahanan Polres Nganjuk, “Benar hari ini kita menerima pelimpahan dari mabes Polri, untuk selanjutnya kita tempatkan di ruang tahanan Polres Nganjuk,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth SH.,MH kepada akurasinews.com dikantor Kejari

Dalam pemeriksaan, lanjut Kajari kelima tersangka yakni BS, ES, TBW, D dan H yang merupakan camat dan mantan camat memberikan uang kepada Tersangka NRH melalui Ajudan berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. “Untuk penambahan tersangka baru, kami tidak ingin berasumsi, jadi kita akan segera mengajukan ke pengadilan tipikor Surabaya untuk dilaksanakan sidang,” jelasnya.

Sebelum ditahan, sambung Kajari kelima tersangka telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur, sekaligus rapidtes antigen oleh tim medis dari RSUD Nganjuk. “Hasil rapidtes para tersangka dalam keadaan sehat dan non reaktif,” terangnya

Penahanan terhadap para Tersangka tersebut dilakukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (Kejagung dan Kejari Nganjuk) dengan alasan menimbulkan kekhawatiran Tersangka akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 21 Ayat (1) KUHAP dan juga untuk mempercepat proses penyidikan yang tengah dilakukan.

Ketujuh Tersangka dibawa ke Rutan Polres Nganjuk menggunakan mobil tahanan Kejari Nganjuk sekira pukul 19.00 Wib, dan ketujuh tersangka ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 20 (dua puluh) hari kedepan sejak tanggal 08 Juli 2021 s/d 27 Juli 2021.

Reporter  : Agus

Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed