oleh

Pembangunan Gedung PGRI Pasuruan Dinilai Tidak Sesuai Perencanaan

PASURUAN – Pembangunan gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kabupaten Pasuruan yang bersumber dari dana iuran anggota dan  hibah tahun 2021dari pemerintah Kabupaten Pasuruan dinilai tidak sesuai atau melenceng dari perencanaan awal.

Hal itu disampaikan oleh penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Reclassering Indonesia (RI) Ridwan Ovu Komda Pasuruan. Menurutnya ada beberapa yang tidak sesuai, antara lain pembangunan pagar gapura depan, tempat wudhu dan paving.

Hal itu diketahui lembaga non profit ini ketika datang langsung ke lokasi pembangunan gedung di desa Sambirejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan pada Rabu 15 September 2021 “Kami sudah cek langsung dilokasi dan memang kelihatannya tidak sesuai dari perencanaan awal,” ungkap Ridwan Ovu Jumat 17 September 2021.

Berdasarkan informasi, lanjut Ridwan Ovu dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 750 juta. Namun besaran dana hibah tersebut menurut Samsudin pelaksana proyek diterima hanya Rp 500 juta.

LSM RI juga menilai, pembangunan yang dikerjakan secara manual tersebut dikerjakan terkesan asal-asalan dan lambat. Jika tidak segera dilakukan langkah cepat dari berbagai pihak terkait hal ini bisa menurunkan kepercayaan anggota dan masyarakat terhadap PGRI Kabupaten Pasuruan.

Ridwan Ovu menambahkan, seharusnya pembangunan tersebut dikerjakan dan di awasi oleh arsitek dan konsultan pembangunan yang membidanginya namun kenyataanya tidak demikian. “Pembangunan yang bernilai ratusan juta juga disayang apabila dikerjakan asal-asalan dan melenceng dari rencana awal pembangunan gedung guru yang telah disosialisasikan kepada seluruh anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pasuruan” pungkasnya

Reporter : Wawan
Editor      : Pujiyono

Komentar

News Feed