oleh

Kejaksaan Hadiri Pembayaran Ganti Kerugian Pembangunan Waduk Samantok

NGANJUK – Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Kabupaten Nganjuk yakni bendungan samantok yang ada di wilayah Kecamatan Rejoso hingga saat ini terus dikebut pembangunanya.

Seperti diketahui mega proyek ini memiliki beragam jenis pekerjaan yang harus diselesaikan salah satunya adalah pembebasan lahan. Dimana dampak dari pembebasan lahan ratusan penduduk harus pindah dari tempat tinggalnya.

Untuk itu, pada Senin 29 November 2021 mulai Pukul 11.30 WIB telah dilaksanakan kegiatan pembayaran uang ganti kerugian dampak Pembangunan Bendungan Semantok yang terletak di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso dan Desa Tritik Kecamatan Rejoso. Penyerahan uang ganti kerugian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di Fasilitas Umum (Fasum) Bendungan Semantok Jalan Raya Nganjuk – Bojonegoro.

“Kehadiran Kejaksaan Negeri Nganjuk pada kegiatan tersebut semata sebagai bentuk sinergi dengan Pemerintah Daerah sekaligus melakukan pengawasan kegiatan sebagai tupoksi Kejaksaan sesuai amanah undang undang,” ujar Kasi Intel Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah SH.,MH kepada akurasiinews.com Selasa 30 November 2021.

Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Bupati Nganjuk Dr.Drs.H.Marhaen Djumadi Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk yang diwakili oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Boma Wira Gumilar, SH., MH, Kepala ATR/BPN Kabupaten Nganjuk Masduki, SH., MH, Komandan Rayon Militer 0810 Rejoso, Kepala Kepolisian Sektor Rejoso, PPK Bendungan II BBWS Brantas, Forkopincam Kecamatan Rejoso, Kepala Desa Sambikerep, Kepala Desa Tritik dan Perwakilan dari Bank BRI, serta masyarakat penerima ganti kerugian.

Bahwa dalam kegiatan pembayaran uang ganti kerugian pengadaan tanah pembangunan bendungan semantok terletak di dua desa yaitu desa sambikerep dan desa Tritik dengan “Total uang ganti kerugian sebesar Rp. 125.131.451.866, untuk 255 bidang lahan dan yang dibagikan pada hari ini sebesar Rp. 53.441.763.742,- untuk 113 bidang, terdiri dari Desa Sambikerep sebanyak 65 Bidang dan 48 bidang terletak di Desa Tritik, untuk sisanya masih dalam proses pengajuan di Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN),” ujar Plt Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi

Intinya, sambung Kang Marhaen sapaab akrab Plt Bupati Nganjuk Bendungan Semantok sebagai Proyek Strategis Nasional dilaksanakan sesuai dengan Peraturan perundang – undangan dimana semua tahapan telah dilaksanakan, mulai dari persiapan, Pendataan hingga Pendataan ulang, kemudian tahapan pengumuman, dan tahapan musyawarah terkait penetapan bentuk ganti kerugian bagi para pihak yang setuju telah divalidasi.

“Diharapkan semua warga terdampak untuk mendukung Proses keberhasilan pembangunan Bendungan Semantok yang merupakan salah satu bendungan terpanjang Se – Asia Tenggara yang tujuan pembangunannya adalah untuk mencegah terjadinya banjir dan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Nganjuk ini,” ungkapnya

Kang Marhaen juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah telah mengupayakan terhadap besaran ganti rugi sesuai dengan harapan masyarakat terdampak “Kita berharap kepada masyarkat sebagai penerima uang ganti kerugian ini bijak dalam mempergunakan uang yang telah diterima,” pesannya

Bendungan semantok merupakan Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan sendiri oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo dimana Pembangunan Bendungan Semantok dijadwalkan akan diresmikan pada tanggal 22 April 2022.

Reporter  : Ahmad Fauzi

Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed