oleh

Akhir Sidang Kasus Pajero Sport di Nganjuk, Pengusaha ini Divonis 1,6 Tahun. JPU & PH Terdakwa Pikir Pikir

NGANJUK – Pengadilan Negeri Nganjuk menggelar persidangan dugaan penggelapan mobil Mitsubishi Pajero Sport bernopol B 1947 SJU milik Burhanul Karim Direktur CV Adhi Djojo dengan terdakwa Bagus Setyo Nugroho yang tak lain adalah eks wakil direktur perusahaan

Majelis hakim pada sidang akhir tersebut memvonis terdakwa 1,6 tahun atau 18 bulan penjara pada sidang yang digelar secara virtual dari ruang sidang Pengadilan Negeri Nganjuk dan Rutan kelas II B Kota Nganjuk pada Senin 6 Desember 2021.

Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Nganjuk selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan pikir pikir, “Nanti kita laporkan pimpinan bagaimana petunjuk dari pimpinan. Untuk penuntutan kita tuntut selama dua tahun penjara,”katanya

Dalam persidangan tersebut, hal yang meringankan terdakwa selama ini terdakwa belum pernah menjalani hukuman, “Yang memberatkan perbuatan terdakwa merugikan saksi korban haji Karim dan selama persedingan memberikan keterangan yang berbelit belit,” ujar Roy Ardiyan

Terkait dengan banding, sambung Roy Ardiyan masih menunggu petunjuk pimpinan sekaligus menunggu keputusan terdakwa melalui penasehat hukumnya, “Kalau terdakwa banding, otomatis JPU juga akan melakukan banding,”jelasnya

Sementara itu, Imam Ghozali selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa menilai bahwa vonis yang diberikan majelis hakim terlalu memberatkan kliennya. “Bagi kami terlalu berat. Hal-hal keberatannya, dan terhadap vonis itu kami masih pikir pikir. Kita akan konsultasikan dulu dengan klien kami apakah mengajukan banding atau tidak,” katanya usai persidangan

Jika PH terdakwa menilai vonis majelis hakim tersebut memberatkan berbeda dengan pandangan Penasehat Hukum saksi korban Prayogo Laksono. Pengacara muda tersebut mengapresiasi keputusan majelis hakim yang telah menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa Bagus Setyo Nugroho selama 18 bulan.

“Saya sebagai kuasa hukum korban Burhanul Karim sangat mengapresiasi atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Nganjuk, yang menurut saya dengan pertimbangan hukum yang matang, serta berdasarkan fakta-fakta yang ada dalam persidangan, sehingga terdakwa dijatuhi hukuman 1,6 tahun penjara,”ungkap Prayogo.

Selain itu, Prayogo juga mengapresiasi upaya Kejaksaan Negeri Nganjuk, dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum yang mewakili kliennya untuk mendapatkan keadilan. “Saya juga mengapresiasi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk, yang mana dengan berbagai upaya mewakili klien kami untuk dan atas nama kepentingan negara,”jelasnya.

Reporter  : Agus

Editor      : Taufin A

 

Komentar

News Feed