oleh

Sidang Korupsi PTSL Warujayeng, JPU Hadirkan Saksi dari BPN

NGANJUK –  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar  Persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi Pungutan Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  di Kelurahan Warujayeng pada Tahun 2020 secara online langsung dari ruang sidang Tipikor dan Rutan kelas IIB Kota Nganjuk Jawa Timur Kamis, 23 Desember 2021

Dalam sidang tindak pidana korupsi PTSL dengan terdakwa Koderi SH selaku Eks Lurah Warujayeng dan hari Mustaji selaku ketua Panitia PTSL. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Jaksa Penuntut Umum Andie Wicaksono, S.H., M.H., dan Sri Hani Susilo, SH menghadirkan 4 orang saksi

“Untuk agenda sidang memintai keterangan sejumlah saksi, empat saksi dihadirkan oleh JPU salah seorang diantaranya adalah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk,”ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah kepada akurasinews.com Jumat 24 Desember 2021

Diberitakan sebelumnya, Jaksa siapkan tuntutan 20 tahun ke balik jeruji besi kepada Koderi, mantan Lurah Warujayeng dan Hari Mustaji, ketua panitia II PTSL Kelurahan Warujayeng. Keduanya harus siap siap menghabiskan waktu di balik pengabnya jeruji besi setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nganjuk membacakan dakwaan pada sidang tindak pidana korupsi biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis 11 November 2021.

Persidangan yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Surabaya dan Rutan Klas II-B Kota Nganjuk tersebut secara umum berjalan dengan lancar, “Untuk agenda persidangan adalah pembacaan dakwaan oleh JPU,” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah, Minggu 14 November 2021.

Dalam dakwaan, lanjut Dicky, JPU  menilai kedua terdakwa melanggar pertama pasal 12 e atau kedua pasal 11 atau ketiga pasal 12 b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi “Untuk ancaman hukuman dua puluh tahun penjara,” ungkapnya

Sidang perdana kasus korupsi PTSL ini, imbuh Dicky dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan. “Sidang lanjutan akan digelar pada Kamis mendatang (18 November 2021), dengan agenda pembacaan eksepsi atau pembelaan dari terdakwa Hari Mustaji” jelasnya

Untuk diketahui, Koderi dan Hari Mustaji ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejari Nganjuk sejak 25 Juni 2021 lalu. Keduanya diduga memungut biaya PTSL yang tidak sesuai dengan ketentuan SKB 3 Menteri tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

Praktik pungutan liar (pungli) tersebut diduga dilakukan Koderi dan Hari Mustaji dalam kurun waktu April 2020 sampai Desember 2020, dengan total uang yang terkumpul sebesar Rp 1.412.000.000.

Reporter  : Agus

Editor      : Taufin A

Komentar

News Feed