oleh

Dikasih Info Masse..!! Lebaran Kejari Resmikan Rumah RJ di Baron, Begini Sosialisasi Yang Digelar Kajari Bersama Seluruh Kepala Seksi

NGANJUK – Kejaksaan Negeri Nganjuk melaksanakan kegiatan Penerangan Hukum terkait “Restorarive Justice”, yang diikuti 60 orang peserta yang terdiri dari BPD, LPM, Ibu PKK, Ketua RT/RW, Karang Taruna, Linmas dan Kepala Desa sekaligus perangkat Desa Sambiroto Sambiroto Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Kamis 21 April 2022 mulai Pukul 20.00 di balai desa setempat.

Kegiatan Penerangan Hukum tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, SH., MH. di dampingi oleh Kasi Intelijen Dicky Andi Firmansyah, SH. Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Nganjuk Roy Ardiyan Nur Cahya, SH.,MH. Kasi Datun Boma Wira Gumilar, SH.,MH. Dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Jhonson Efendi Tambunan, SH.

Kegiatan sosialisasi hukum ini juga diahdiri jajaran Forpimcam Baron diantaranya adalah Kapolsek Baron, Danramil Baron, Camat Baron dan Kepala Desa Sambiroto Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk Achmad Sarif E.K.

Menurut Kajari Restorative Justice (RJ) adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, pihak lain yang terkait untuk bersama – sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan. “Keadilan Restoratif dilaksanakan dengan berasaskan Keadilan, Kepentingan Umum, Proporsionalitas, Pidana sebagai jalan terakhir dan Cepat, sederhana dan biaya ringan.”ungkap Kajari

Restorative Justice lanjut Kajari merupakan Program Jaksa Agung RI. Sebagaimana diketahui suatu  tindak pidana tidak boleh dilakukan serta harus di proses hukum. Namun, dalam penanganan perkara tersebut ada program Restorative Justice yang merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan. “Program ini tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Maka apabila terjadi tindak pidana yang masih bisa diselesaikan kami menggunakan upaya hukum lain dalam arti Restorative Justice (RJ),” jelasnya

Dalam program RJ ini sambung Kajari tentu ada syarat yang mengatur diantaranya,  Tersangka baru kali pertama melakukan tindak pidana. Tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun, “Dan Kerugian atau akibat yang ditimbulkan dari tindak pidana itu, nilai kerugian tidak lebih dari dua juta lima ratus ribu rupiah,” paparnya

Dalam kegiatan tersebut Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk Dicky Andi Firmansyah SH menyampaikan Restorative Justice (RJ) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan korban dan kepentingan hukum lain, penghindaran stigma negatif, penghindaran pembalasan, respon dan keharmonisan masyarakat serta kepatutah, kesusilaan dan ketertiban umum. “Kami juga sudah mengagendakan peresmian Rumah Restorative Justice di Desa Sambiroto Baron ini nanti pada Hari Raya Idul Fitri,”katanya

Sementara itu Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Roy Ardiyan Nurcahya SH.,MH  menyampaikan tata cara perdamaian dalam penanganan RJ ini, pihak Penuntut Umum menawarkan upaya perdamaian kepada korban dan tersangka pada tahap penuntutan tahap II “Dalam penawaran tersebut kami juga tanpa unsur paksaan, tekanan dan intimidasi kepada korban maupun Tersangka sehingga nantinya proses penanganan dengan jalan restorative justice bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya

Reporter   : Agus

Editor       : Taufin A

Komentar

News Feed