oleh

Ratusan Juta Uang Korupsi PTSL & Pembangunan Desa Diserah Terimakan Antar Kasi Kejari Nganjuk

NGANJUK – Hasil dari pengungkapan perkara korupsi PTSL dan Pembangunan di pedesaan yang telah memiliki kekuatan hukum atau inkracht, Kejari Nganjuk berhasil mendaoat Uang Pengganti (denda) dan Uang Rampasan Negara yang nilainya ratusan juta rupiah.

Untuk itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk melaksanakan Serah Terina Uang Denda atau Uang Pengganti dan Uang Rampasan Perkara Tindak Pidana Korupsi itu Senin 30 Mei 2022

“Untuk serah terima uang pengganti atau denda dan rampasan itu dilakukan oleh Kasi Pidsus  Andie Wicaksono kepada Jhonson Evendi Tambunan selaku Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Nganjuk,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah Kamis 2 Juni 2022

Adapun total uang pengganti atau rampasan negara dari tindak pidana korupsi yang telah diserah terimakan antar Kepala Seksi itu sebesar Rp 218.750.000 yang selanjutnya akan disetor ke Kas Negara.

“Rincian uang itu berasal dari terpidana Arifin berupa uang rampasan sebesar Rp. 33.750.000. Yang bersangkutan berkaitan dengan korupsi Pungutan Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Katerban Kecamatan Baron Tahun 2017,” jelas Dicky

Selain Arifin, sambung Dicky uang rampasan negara itu berasal dari terpidana Nidi Basuki sebesar Rp 50 juta terkait perkara Tindak Pidana Korupsi Pembangunan (Jalan Desa) Tahun Anggaran 2015 di Desa Putren Kecanatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk

“Sumber lain adalah dari terpidana Koderi berupa Denda sebesar RP. 50 juta yang juga terkait dalam perkara Tindak Pidana Korupsi PTSL di Kelurahan Warujayeng Kabupaten Nganjuk,” jelasnya

Selain denda, dari korupsi PTSL kelurahan Warujayeng ini, masih kata Dicky ada  uang Rampasan Negara sebesar Rp 85 juta, ” Jadi total dari korupsi PTSL Kelurahan Warujayeng adalah Rp 135 juta,” pungkasnya

Reporter   : Agus
Editor        : Taufin A

Komentar

News Feed